Windows Central hari ini memberi info tambahan seputar CShell yang menghadirkan pengalaman ala Desktop yang adaptif sesuai dengan perangkatnya. Serta perlu diperhatikan lagi bahwa ini masih baru tahap awal dari CShell di fitur Continuum.

Kalian mungkin sudah melihat bagaimana Continuum bekerja di ponsel seperti Lumia 950 dan Elite x3. Kini Dengan CShell, Microsoft memberikan Continuum kesempatan lebih. Dimana kali ini mereka mendorong fitur ini lebih baik dari sebelumnya. Tidak lagi Continuum sebagai versi “terbatas”Windows desktop. Sekarang, itu adalah pengalaman yang hampir identik dengan desktop Windows yang kita tahu dan cintai pada PC atau laptop, hanya saja kini ponsel kitalah yang memberikan tenaga.

Windows Central masih menggunakan HP Elite x3 seperti demo beberapa hari yang lalu. Serta masih menggunakan Build 16212 yang sama seperti yang sempat bocor beberapa waktu lalu.

Seperti Apa Pengalamannya?

Memperluas Continuum pada perangkat CShell membawa Anda ke lingkungan desktop yang familier. Tidak ada lagi status bar di bagian atas layar, tetapi itu ada di bagian bawah kanan dimana terdapat taskbar system tray, seperti pada desktop. System tray termasuk Action Center kita, ikon baterai, menggunakan koneksi seluler, WiFi, Bluetooth dan apa pun yang muncul di status bar.

Di kanan bawah, Anda memiliki Anda melihat menu Start, Cortana dan TaskView, seperti yang diharapkan. Menekan tombol Start akan membawa Anda ke Start Screen ponsel kalian, yang sekarang fitur tambahan untuk mengubah ukuran Live Tiles dan context menu. Tentunya serta kemampuan untuk mengubah Live Tiles on dan off untuk tiap-tiap aplikasi. Ini adalah perubahan besar dari pengalaman Continuum saat ini, yang tidak menggunakan context menu  dalam Continuum.

 

Peluncuran aplikasi di Continuum dengan CShell akan membukanya di jendela, yang bisa diakali seperti jendela normal di desktop atau laptop. Ini bisa dipindahkan, diubah ukuran, dimaksimalkan, diminimalkan dan snap ke kedua sisi layar. Double klik titlebar akan memaksimalkan / meminimalkan jendela juga, dan semua shortcut keyboard untukwindow management dapat bekerja.

Inilah salah satu perubahan terbesar pada Continuum dengan CShell. Membuat aplikasi berjalan di jendela akan mengubah keseluruhan cara Anda menggunakan ponsel. Pada versi Continuum saat ini, yang terbatas pada satu aplikasi pada satu waktu di layar benar-benar membatasi jika Anda mencoba menjadi produktif. CShell Continuum menghilangkan batasan itu, memungkinkan Anda menggunakan Continuum seperti Anda menggunakan desktop atau laptop biasa untuk menyelesaikan pekerjaan.

Fluent Design juga terlihat di versi awal ini meskipun masih perlu banyak peningkatan. Bukan tidak mungkin mereka akan lebih siap ketika Fluent Design Wave 2 meluncur bersamaan dengan Z-Depth Layering yang sempat kita bahas beberapa minggu lalu.

Anda juga memiliki semua penyesuaian yang sama dengan yang Anda harapkan pada perangkat Windows 10. Anda bisa menerapkan warna aksen pada titlebars Anda, begitu pula Taskbar dan Action Center, Anda juga bisa mengganti wallpaper Anda. Terlebih lagi, mode terang / gelap benar-benar universal dengan CShell, yang berarti mempengaruhi taskbar dan juga aplikasi. Ini juga akan terjadi saat CShell hadir di desktop.

Aplikasi Office Mobile tampil hebat di Continuum, dan sekarang dapat memiliki beberapa aplikasi Office yang berjalan di layar secara bersamaan. Anda dapat menyalin dan menempel item di antara mereka dengan mudah sekarang, karena Anda dapat memiliki beberapa aplikasi sekaligus pada layar. Anda masih tidak bisa drag dan drop antar aplikasi, setidaknya tidak saat ini. Ini masih software pre-release.

Masih belum jelas akankah CShell juga hadir di produk Continuum lama seperti Lumia 950 dan Elite x3. Mengingat adanya kemungkinan Microsoft menghadirkan dukungan aplikasi Win32 lewat Continuum, apalagi Windows 10 on ARM setidaknya perlu menggunakan Snapdragon 835.

Hanya saja kehadiran CShell sangat pas untuk HP Lap Dock, Laptop buatan HP yang dirancang khusus untuk fitur Continuum. Kehadiran CShell bisa jadi akan mendorong produsen PC membuat produk 3 in 1 berbasis Windows 10 kedepannya.

Sebaiknya kita perlu melihat lebih banyak perkembangan menjelang akhir tahun nanti. Mengingat Microsoft masih baru saja memulai dan paling tidak perangkat pertama yang menggunakannya masih meluncur di akhir 2018 mendatang.

Nah apa pandangan kalian soal ini? Sudah siapkah dengan CShell di produk Mobile? 😀