Mungkin beberapa orang bertanya-tanya kenapa Surface Pro baru tidak disebut Surface Pro 5, bahkan ada yang malah merasa kebingungan dengan ini. Namun, tenang saja kita akan membahas hal ini secara lebih detail.

Surface Pro Kini Telah Mencapai Titik “Kesempurnaan”

Pada 18 Juni 2012, Microsoft resmi meluncurkan jajaran Surface pertama mereka. Microsoft mendapat banyak kritik soal masuknya mereka di dunia hardware PC baik dari produsen lain dan juga jurnalis. Windows 8 pada waktu itu juga tidak sebegitu diterima di pasaran. Produk ini juga meskipun tangguh. Namun, ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki oleh Microsoft.

Produk ini terutama untuk versi Windows RT memang tidak sebegitu sukses. Microsoft harus menelan biaya write-off sebesar $900 juta/sekitar 11 triliun. Hal ini dikarenakan karena harapan yang terlalu tinggi dalam penjualannya.

Related image

Kemudian pada 23 September 2013, Microsoft meluncurkan Surface Pro 2. Kali ini mulai mendapat respons positif. Microsoft juga memperbaiki banyak kesalahan di Surface Pro pertama terutama dalam segi peforma dan ketahanan baterai.

Microsoft juga lebih membatasi ketersediaan stok Surface 2 dan Pro 2 membuat barang juga agak sulit dibeli. Untuk ketersediaan juga tidak cepat hadir di banyak negara. Meskipun langkah ini wajar agar Microsoft tidak menelan write-off sebesar sebelumnya. CEO Apple, Tim Cook juga menyindir produk ini. Tim Cook mengatakan, “Anda bisa mengumpulkan pemanggang roti dan kulkas, tapi Anda tahu hal-hal itu mungkin tidak akan menyenangkan pengguna.”

Image result for surface pro 3

Langkah Surface ini mulai terlihat jelas dengan meluncurnya Surface Pro 3 pada 20 Mei 2014. Surface Pro 3 hadir dalam memberi konsep kekuatan laptop ada di tablet. Microsoft juga mendengar keluhan bahwa layar Surface kurang besar untuk dijadikan pengganti laptop. Hal ini membuat mereka meluaskan ukuran layar dari 10.6 Inch menjadi 12 inch.

Dalam langkahnya untuk membawa kinerja laptop ke tablet. Microsoft memberikan banyak konfigurasi spesifikasi berbasis Intel Core i-Series dan RAM.

Kehadiran Surface Pro 3 mengubah pandangan jurnalis dan pengguna soal lini Surface. Membuat Microsoft kini mulai dipertimbangkan sebagai penantang serius di lini hardware. Berkat Surface Pro 3 untuk pertama kalinya Surface menjadi bisnis $1 Miliar bagi Microsoft. Apple sendiri juga mengikuti langkah Surface dengan memperkenalkan iPad Pro yang memaksakan diri sebagai “pengganti PC”.

Image result for surface pro 4

Surface Pro 4 membawa kesuksesan Surface Pro 3 ke level yang lebih baru lagi pada 6 Oktober 2015. Semakin banyak hal yang diinginkan pengguna ada Surface Pro 4. Selain itu produk ini juga meluncur bersamaan dengan Windows 10 yang merupakan versi Windows terbaru. Selain itu fitur keamanan Windows Hello juga hadir disini.

Hanya saja Surface Pro 4 memiliki kendala Intel Skylake yang terlalu cepat dihadirkan, membuat beberapa pengguna melaporkan adanya masalah. Hal yang membuat Microsoft belajar dari kesalahan agar tidak terlalu cepat mengadopsi hal terbaru. Namun, Surface Pro 4 sukses menjadi Surface paling populer. Microsoft sendiri juga mulai mengurangi masalah yang ada dengan update terbaru dan juga versi produksi yang lebih baru.

new Surface Pro device

Setelah lama sekali mereka tidak mengupdate Surface Pro 4, Microsoft akhirnya memperkenalkan Surface Pro (2017) kemarin. Menghadirkan berbagai keunggulan Surface Pro dan juga mengurangi berbagai kekurangannya. Produk ini tipis dan ringan. Namun, jauh lebih bertenaga. Lebih penting lagi, daya tahan baterai kini bukan jadi persoalan. Begitu juga Surface Pen baru yang tercanggih dan tercepat di dunia. Semua ini kian memaksimalkan fitur inking di Windows 10 dan Office 365. Dengan semua peningkatan ini, Surface Pro akan tetap menjadi produk penting di lini Surface.

 

Bukanlah akhir, tapi awal yang baru

Salah besar kalau bilang Surface Pro berakhir, tapi jauh dari itu. Kedepannya branding Surface tidak lagi menggunakan angka. Misalnya anggap saja tahun depan ada Surface Pro 6, nantinya akan disebut The all new Surface Pro (2018).

Vice President of Devices di Microsoft Panos Panay telah menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya memasukkan prosesor baru untuk upgrade produk. Namun, memastikan bahwa generasi baru membawa kemajuan signifikan seperti masa pakai baterai yang lebih lama dan tampilan yang lebih baik. Atau mungkin pengalaman baru seperti Surface Pen dan Studio Mode.

Mengenai batasan desain dan faktor bentuk, Microsoft jelas tidak memiliki masalah dengan membuat lini produk Surface baru. Surface Laptop bahkan menunjukkan kesediaan perusahaan untuk memperbaiki faktor bentuk yang ada. Oleh karena itu, perubahan batas-dorongan apapun atau perubahan ekstrim tidak akan diperlukan untuk Surface Pro untuk mewakili hal ini. Microsoft bisa menyimpannya untuk lini produk lain jika terasa itu perlu. Mungkin seperti Surface “phone”? 😀

Berbagai tujuan Microsoft dengan Surface Pro telah tercapai

Mungkin daftar dibawah ini bisa dibilang sebagai tujuan Microsoft yang kini akhirnya telah tercapai dengan Surface Pro baru.

  • Baterai kini 13.5 jam, jauh bila dibanding banyak tablet dipasaran dengan apalagi dengan kemampuan full-PC.
  • Akhirnya ada varian 4G LTE-A untuk konektivitas maksimal di lebih banyak tempat.
  • Versi Core i5 kini tanpa kipas, membuatnya tidak ada suara mendengung lagi. Begitu juga untuk versi m3 layaknya Pro 4.
  • Fitur inking yang kini bekerja maksimal dengan Windows 10 Creators Update dan Office 365.
  • Surface Pen kini jauh lebih cepat dan akurat dibanding sebelumnya. Memaksimalkan apa yang telah kami sebutkan di poin sebelumnya. Surface Type Cover juga lebih nyaman untuk mengetik apalagi bila dibanding Apple Keyboard di iPad Pro dan juga keyboard di MacBook.
  • Prosesor “pembantu” untuk sentuhan dan inking.
  • Dukungan LTE tanpa perlu membuatnya lebih berat dan tebal. Serta tidak juga merusak desain Surface dengan garis antenna.
  • Tidak perlu membuat produk berukuran lebih besar begitu juga dengan ukuran bezel meski komponen lebih banyak.
  • Engsel yang bisa menjadi Studio Mode untuk mengekspresikan kreativitas dengan dukungan Surface Dial On-Screen. Membuatnya seperti Surface Studio versi mini.
  • Mendukung generasi Intel Core terbaru yang telah diuji Microsoft lebih lama untuk memaksimalkan juga potensi hardware dan software. Membuatnya tidak lagi mengulangi kesalahan di Surface Pro 4.

Nah inilah Surface Pro baru yang kini menjadi produk “klasik” di lini Surface. Kenapa? Karena disinilah semua inovasi Surface berawal. Tidak akan ada Surface Book, Studio, dan Laptop tanpa adanya gebrakan inovasi di Surface Pro.

Nah sekarang apa pandangan kalian? Apakah hal ini membuat pemahaman kalian menjadi lebih jelas soal kenapa Surface Pro baru tidak disebut Surface Pro 5?