Semakin kita mendekati 2018, rasanya semakin banyak juga informasi soal Surface “Andromeda” yang muncul ke permukaan. Kali ini, paten baru Microsoft lebih berfokus untuk masalah engsel yang mengkaitkan layar pertama dengan layar kedua.

Paten untuk “Engsel yang Mudah Diatur” menunjukkan “sepasang rakitan engsel yang mengatur diri sendiri yang secara otomatis menahan ujung engsel dari bagian pertama dan kedua di sekitar sumbu engsel pertama yang terkait dengan bagian pertama dan sumbu engsel kedua yang dihubungkan dengan engsel kedua sumbu sehingga putaran di sekitar sumbu engsel pertama sesuai dengan tingkat rotasi di sekitar sumbu engsel kedua. “

Dengan paten ini, membuat Surface “Andromeda” dapat digunakan dalam berbagai cara penggunaan. Sekaligus juga agak mengingatkan kita akan lini Lenovo Yoga yang merupakan produk convertible dengan engsel yang memudahkan penggunaan 360 derajat. Dimana, juga tidak menambah ketebalan yang berarti untuk engselnya.

Dan seperti apa yang telah diberitakan minggu lalu, bahwa Microsoft akan menggunakan metode untuk membuat dua layar seakan-akan menyatu tanpa adanya pemisah, paten ini tampaknya menguatkan rumor tersebut. Dimana, Microsoft akan membuat layar edge-to-edge untuk meminimalisir pemisah antar kedua layar.

Jika melihat gambar paten diatas, terlihat bahwa Microsoft tampaknya akan menggunakan full Windows 10 ketika dalam mode tablet. Mungkin jika dalam mode ponsel produk ini akan menggunakan “Andromeda” dan dalam posisi tablet akan menggunakan “Polaris”.

Dalam gambar ini, terlihat bahwa produk ini akan memiliki keyboard dan touchpad virtual yang dirancang agar mirip laptop. Kemungkinan untuk mempermudah pengguna bila ingin menjadikannya sebagai mini laptop untuk mengerjakan beberapa hal.

Paten ini juga memperlihatkan soal seperti apa tampilan alarm jam dalam produk ini. Siapa tahu, Microsoft juga berencana untuk menghadirkan kembali fitur Glance Screen ala Lumia.

Bagi yang ingin melihat deskripsi paten ini secara lengkap, dapat mengunjungi: Self Regulating Hinge on WIPO. Dimana, salah satu kreatornya adalah Kabir Siddiqui yang turut membuat beberapa paten Surface “Andromeda” yang telah mencuat sebelumnya.

Jika, produk ini akhirnya meluncur di 2018 nanti, menandakan bahwa pengembangan produk ini sudah berjalan selam 3-4 tahun bila dilihat dari paten-paten yang diajukan, termasuk oleh Kabir sendiri.

Nah, apakah pandangan kalian? Apakah ini merupakan solusi yang tepat bagi yang ingin ponsel sekaligus pengalaman PC? 😉

 

 

  • Wang Zeiyd

    laptop yang pake kibort fisik aja saya ga seneng, dimana saya lebih suka nyolok kibort usb, apalagi kibort ala hengpong (touch), dimana bakalan sulit banget….

  • Kereeennnn….. :O