Angka yang baru dirilis menempatkan era fokus baru Microsoft semakin terlihat jelas. Yuk kita jelajahi seperti apa pertumbuhan Microsoft sepanjang Tahun Fiskal 2017. Yang berakhir pada akhir Juni lalu.

Secara singkat: Bisnis besar Microsoft telah bergeser secara agresif ke Cloud. Terlihat dari lini produk Office dan Server – tumbuh semakin cepat daripada bisnis PC Windows-nya. Angka tersebut menggarisbawahi pentingnya Cloud bagi masa depan Microsoft, dan memberikan wawasan baru tentang kinerja produknya yang paling terkenal di bawah CEO Satya Nadella.

Image result for satya nadella

CEO Microsoft, Satya Nadella telah mempercepat peralihan perusahaan ke Cloud. Angka tersebut diungkapkan dalam catatan kaki di pengarsipan 10K tahunan perusahaan. Dimana digambarkan sebagai “pendapatan dari pelanggan eksternal, yang diklasifikasikan oleh penawaran produk dan layanan yang signifikan.”

Berikut adalah beberapa highlights dari laporan Microsoft sepanjang Tahun Fiskal 2017:

• Layanan Microsoft Office, termasuk kumpulan layanan produktivitas Office 365 berbasis langganan, menghasilkan pendapatan $ 25,4 miliar atau 338 triliun rupiah di tahun fiskal 2017 Microsoft. Dimana meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya.

• Produk dan alat server, kategori yang mencakup platform cloud Microsoft Azure, menghasilkan pendapatan $ 21,8 miliar/290 triliun rupiah. Dimana naik lebih dari 13 persen.

• Windows memperoleh pendapatan sebesar $ 15,3 miliar/ 203 triliun rupiah, meningkat 4 persen, setelah disesuaikan dengan penangguhan pendapatan yang terkait dengan peluncuran Windows 10. Belum lagi disebabkan oleh peningkatan penjualan produk Windows di segmen premium.

• Pendapatan dari Devices, termasuk hardware Microsoft Surface dan Ponsel, turun tajam menjadi $ 4,5 miliar/59.9 triliun rupiah, dari hampir $ 7,5 miliar di tahun sebelumnya. Dimana sebagian besar mencerminkan kemunduran perusahaan dari perangkat keras smartphone untuk saat ini.

• Hasil LinkedIn membuat penampilan resmi pertama mereka di laporan 10-K tahun ini, menyusul selesainya akuisisi Microsoft sebesar $ 26,2 miliar dari jaringan sosial bisnis pada bulan Desember. Sejak kesepakatan ditutup, LinkedIn telah menghasilkan pendapatan hampir $ 2,3 miliar/30,6 triliun rupiah untuk perusahaan tersebut.

• Pendapatan iklan Microsoft melihat peningkatan persentase terbesar di antara lini bisnis utama perusahaan, naik 14 persen menjadi $ 6,97 miliar/92,8 triliun. Sementara itu, bisnis ini meraih $ 6,1 miliar/81,2 triliun rupiah di tahun sebelumnya.

• Pendapatan dari Xbox turun sekitar 1,5 persen menjadi $ 9,3 miliar/123,8 triliun, dan pendapatan dari konsultasi dan dukungan produk turun 1 persen menjadi $ 5,6 miliar.

Juga dalam laporan ini, Microsoft mengatakan total pendapatan Commercial Cloud meningkat menjadi $ 14,9 miliar/198,4 triliun untuk tahun ini, naik dari $ 9,5 miliar di tahun sebelumnya.

Kategori ini “terutama terdiri dari properti Office 365 komersial, Azure, Dynamics 365, dan awan lainnya,” menurut perusahaan tersebut. $ 14,9 miliar untuk tahun ini diatas prediksi Microsoft $ 14,8 miliar. Dimana itu adalah perkiraan pendapatan Commercial Cloud beberapa bulan yang lalu.

Di bagian lain dari laporan 10K, Microsoft memecah total pekerjaan berdasarkan kategori. Dimana menunjukkan tren di antara berbagai jenis pekerjaan di perusahaan. Angka tahun ini memperlihatkan lonjakan besar dalam penjualan dan pemasaran. Dimana dari 29.000 orang tahun lalu menjadi 34.000 orang pada 30 Juni. Hal ini tentu sebelum Microsoft melakukan PHK yang tidak diketahui besarannya pada bulan Juli, sebagian besar dalam penjualan. Meskipun begitu perkiraannya kemungkinan sekitar 3.000 hingga 10.000 pegawai.

Microsoft mengatakan bahwa pihaknya menambahkan total sekitar 11.000 karyawan di semua kategori sebagai hasil akuisisi LinkedIn pada tahun fiskal 2017.

Microsoft mempekerjakan 124.000 orang di seluruh dunia pada 30 Juni, sebelum PHK, yang naik dari 114.000 di tahun sebelumnya.

Image result for intelligent cloud intelligent edge

Seperti diberitakan awal pekan ini, Laporan Microsoft 10K juga menempatkan kecerdasan buatan ke dalam visi resminya untuk pertama kalinya. Menggantikan referensi ke dunia “mobile-first”. Meskipun begitu era baru strategi Microsoft yaitu Intelligent Cloud dan Intelligent Edge mengarahkan pada situasi multi-device dan juga kolaborasi dengan bantuan AI/Kecerdasan Buatan. Hal ini juga mencakup PC, Mobile, HoloLens, Xbox, dan lainnya.

Visi baru itu berbunyi: “Kami percaya bahwa sebuah arah teknologi baru muncul yang memanifestasikan dirinya melalui awan cerdas dan keunggulan cerdas di mana komputasi lebih terdistribusi, AI mendorong wawasan dan bertindak atas nama pengguna, dan pengalaman pengguna mencakup perangkat dengan data dan informasi pengguna yang tersedia.”

Memang senang sekali melihat kemajuan Microsoft di era baru ini. Mereka terus tumbuh baik disisi konsumen dan tentunya, pebisnis. Di konsumen, mindshare soal produk premium lewat Surface terus tumbuh.  Belum lagi, peluncuran Xbox One X pada November mendatang. Untuk sisi enterprise, Microsoft telah meluncurkan Microsoft 365 Business Preview, Azure Stack, Dynamics 365 Talents, serta berbagai hal baru di Office 365. Momentum LinkedIn juga terus tumbuh. Serta masih banyak lagi yang belum kita lihat untuk kedepannya.

Nah sekarang, apakah pandangan kalian soal kemajuan ini? Apa yang ingin kalian lihat di Tahun Fiskal 2018 ini?

  • ad galiih

    https://m.youtube.com/watch?v=hyN56iLNVTA
    Lihat deh.
    Keren 😎 😎 😎

  • Joko Yulianto

    Yg pengen diliat di 2018? Jelas pengen Surface Phone rilis, ya walaupun blm tentu beli juga sih 😂

  • Rifani Arsyad

    Baguss……sayangnya saya ndak punya saham disana 😅😅

  • Andri Desmana

    Nice !!

  • ad galiih

    Betapa suksesnya
    😍😍😍