Image via Newsweek

Dua hari ini berita mengenai terblokir nya aplikasi pesan instan Telegram oleh Kominfo menjadi trending topik di Indonesia. Cuitan-cuitan mulai dari facebook, twitter, instagram hingga jejaring media seperti website juga ikut meramaikan. Pemblokiran Telegram oleh Kominfo dinilai sepihak oleh banyak orang, karena tidak memberikan penjelasan yang kongkrit.

Saya sendiri pun ikut memantau perkembangan jalan nya berita ini. Teman-teman mulai banyak yang membicarakan ini, dari orang yang berlatar belakang memang keseharian nya pengguna hingga yang hanya ikut-ikutan saja. Sehari setelah pemberitaan ini muncul dan menyebar luas hingga ke mancanegara, barulah Kominfo memberikan penjelasan.

Masalah dimulai dari pihak Kominfo yang sudah menghubungi pihak telegram untuk membasmi hal-hal yang berkaitan dengan terorisme. Entah berapa lama waktu yang ditunggu namun tidak mendapat respon, hingga akhirnya Kominfo resmi memblokir Telegram di Indonesia. Karena sudah meluasnya pemberitaan ini, hingga banyak pengguna Indonesia yang langsung menghubungi Pavel Durov.

Instagram dan Twitternya dibanjiri oleh cuitan-cuitan memohon bantuan atas tindakan Kominfo yang dinilai sepihak. Hal inilah yang membuat Pavel Durov, CEO muda asal Rusia ini angkat bicara. (Kebijakan) itu aneh, kami tak pernah menerima permintaan atau keluhan apapun dari pemerintah Indonesia. Kami akan menyelidikinya dan mengumumkannya. Kata Durov.

Akibat cuitan ini, banyak pengguna Telegram di indonesia yang sepenuhnya menyalahkan kebijakan pemerintah. Ini tidak benar, banyak hal yang harusnya ditempuh pemerintah untuk bisa bernegoisasi dengan pihak telegram. Ini adalah salah satu cuitan dari teman yang sempat saya percayai.

Masalah sudah selesai dan CEO Telegram memberikan penjelasan singkat serta mengakui pihak team sudah melakukan kesalahan. “Sebelumnya konten-konten ini sudah dilaporkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia kepada pihak Telegram,” kata Paul. Lambatnya team dalam menanggapi respon dari pemerintah lah yang menyebabkan aplikasi Telegram di blokir.

Dari hal ini kita sudah mendapatkan kesimpulan apakah yang dilakukan Kominfo sebuah tindakan tepat ?. Saya pribadi menanggapi hal ini dengan tenang, saya pikir langkah pemerintah sudah tepat, karena setiap aplikasi yang masuk ke Indonesia dan tidak menaati peraturan yang ada wajib untuk diblokir, seperti halnya Telegram.

Menurut kalian apakah pernyataan saya di kalimat terakhir setuju ? atau ada pendapat lain ?

  • Nawi

    Blokir aja fpi. Eh salah mksudnya blokir aja telegram 😀

  • Masalah Telegram terlalu aman ya karna itu yg membedakan dr aplikasi chat yg laen, WhatsApp sendiri juga sekarang sudab terenkripsi kok, Jadi salah aja kalo Polri bilang karena pesan “di Enkripsi”. Biasalah di Indonesia kan masalah “privasi” diumbar2. Jadi blom terbiasa aja punya privasi. Privasi itu udah hak nya pengguna.

    SelfDestruct lah fitur andalan Telegram yg membuat aplikasi mereka tak terkalahkan.

  • Rizky Himawan Pramaditha

    Ko telegram ane ga bisa installing update ya? Error terus ketika diupdate dan aplikasi ga bisa dibuka.

  • ID.Baruw

    ..setiap aplikasi yang masuk ke Indonesia dan “tidak menaati peraturan yang ada” wajib untuk diblokir,..

    sori gan, tapi batas tidak taat aturan ini kayak mana? analoginya, luar biasa banyak pemotor yg ga pake helm, padahal itu aturan. apa ga langsung ditangkap aja? oh, sadis, oke ga usah ditangkap tp motornya aja yg ditarik! oh, nyusahin? oke udah surat2nya aja.

    nah, jadi kalo aplikasi kayak telegram nggak taat aturan, aturan kayak apa? apa aturan yg jamin keselamatan mereka sendiri (kayak analogi helm diatas), atau justru aturan yang jamin keselamatan si pembuat aturan??

    sorry, to say, tapi masalah pemerintah vs telegram ini ga lebih dari “lumbung padi ada tikusnya, bakar aja tu lumbung (padahal si tikus bisa selamat..)”

    • Henrry

      Pendapat yang km sampaikan Menarik bro.
      Pada prinsipnya adalah hal-hal yang bersifat urgent demi untuk kepentingan bersama wajib di tindak. Kalau bicara analogi ngga akan ketemu bro. Soalnya analogi adalah pandangan dari individu dan masing-masing mempunyai analogi sendiri-sendiri. Soal pemblokiran bukan hanya di indonesia saja, tapi banyak terjadi di negara-negara lain. Dan ini berlaku bukan hanya untuk telegram. Jadi banyak hal yang harus di lihat dan tentunya menjadi pertimbangan sendiri yang tidak mungkin di kemukakan secara detail ke publik.

      • Andri Desmana

        Benar mas henry, setiap individu mempunyai pendapat dan argument yang berbeda dalam menanggapi hal ini.

    • Andri Desmana

      Hoho keren.
      Sebenarnya banyak aspek yang bisa pemerintah lakuiin termasuk pemblokiran jika aplikasi tidak memenuhi standar yang ada.
      Contoh saja, untuk masalah keamanan yang saya rasa tidak bisa di toleransi lagi. Untuk yang ini kominfo sudah melakukan koordinasi dengan pihak telegram, tetapi seperti yg sudah saya jelaskan diatas.

  • Whyu Wa

    bila itu alasanya utk keamanan nasional ya gpp diblokir

    • sangat setuju. betul app TELEGRAM itu agak anehlah tentang perlindungan PRIVASI usernya, nggak perduli user biasa atau TERORIS, lha wong udah tau ada GROUP chat TERORIS nggak mau memblokir padahal PEMERINTAH RI / menkominfo udah mengajukan daftar BLOKIR nggak di RESPON oleh pihak TELEGRAM………..
      KNRI harga mati, MERDEKA…………….

  • Blokir telegram lalu promosi line? Gimana itu? Hehehe
    Pomosi di twitter pake video lagi

    • Andri Desmana

      Kerjasama Line sama Indonesia lumayan gede gan inves nya. Jadi wajar aja kalo mereka mau promosiin Line. Eh, padahal kita punya loh app seperti telegram, tapi kok justru Line yang didulukan 😁

      • Itu kan cuma ada di ios dab android ya? Apa namanya?
        Yaa yaa…jadi terkesan kek ada promosi terselubung hahaha…ada yg RT bilang jangan2 dibayar sama L*ne

        • Andri Desmana

          iya, LiteBig namanya. Overal udah gua coba dan oke kok. Meski untuk kirim file cuma dibatesin 50MB doang.

          • Tapi blum ada yg kaya telegram ya? Udah kaya forum online nih telegram..

    • Biar gimanapun Skype masih The Best lah buat para professional.. hehe

  • Ya begitulah mereka, blokir sana blokir sini. Seperti halnya Netflix yang diblokir Te**om untuk memaksa menggunakan iFl*x (niru Netflix) tapi karna masih ada provider lain yang CARE sama pengguna jadi Netflix aman dibuka pakai FirstMedia, MyRepublic dan Provider lainnya lol…

    Ga sekalian aja tuh Facebook and YouTube di blok juga karna banyak konten yang memecah belah bangsa??? lol

    • Andri Desmana

      Gua setuju kalo pemerintah mau blokir ini itu. Tapi liat dulu apa nantinya gak buat rugi diri sendiri. Okelah kalo kita punya app or konten seperti youtube yang bisa di andalkan.

      Nyatanya? Belum ada, LOL