perusahaan inovatif, microsoft

Happy Weekend Semuanya! Setelah melihat berbagai kemajuan Microsoft di 2017, sudah waktunya kita beralih soal seperti apa Microsoft di 2018 ini, serta bagaimana 2018 dapat menjadi momen yang lebih menarik bagi Microsoft ketimbang di 2017 lalu.

1 – Windows 10 

Di tahun 2018 ini, Windows 10 akan terlihat lebih fokus dalam segi produktivitas, seperti fitur Windows Timeline dan fitur Sets, disamping Cloud Clipboard untuk berbagai perangkat Windows 10 serta ponsel Android dan iOS. Dengan fitur-fitur tersebut, tidak mengherankan bila Microsoft menyebut “RS4” sebagai “Productivity Update” meskipun nama yang lebih singkat dan menarik akan lebih baik untuk marketing.

Di “RS4” ini, kita sudah melihat berbagai upaya Microsoft untuk meningkatkan Fluent Design di berbagai layanannya, dan ini akan terus berlanjut hingga menyentuh berbagai layanan Microsoft serta aplikasi pihak ketiga lainnya. Disamping itu, Microsoft juga mulai membuat beberapa modernisasi, seperti membuat Settings lebih kaya untuk mengurangi penggunaan Control Panel, kemudian Paint sepertinya juga sudah tidak lagi termasuk bundle Windows 10 mulai di “RS4” nanti.

Lebih jauh lagi ke “RS5”, Microsoft akan mengambil lebih banyak perubahan mendasar sebagai langkah untuk terus memodernisasi Windows, persis seperti rumor “Polaris” sebagai langkah untuk modernisasi Windows dalam proyek internal yang dinamai “Windows Core OS”. Seperti, membuat System Tray akan mulai berevolusi menjadi Control Center baru, yang mana Control Center ini akan menjadi bagian yang lebih besar seperti, Quick Actions, Volume Slider, ikon ala System Tray, atau bahkan fitur Home Hub yang akan menjadi bagian vital pengalaman Windows 10 untuk keluarga dan rumah.

via Thurrott

Di Feature Update Windows 10 tahun ini, Microsoft diduga kuat akan memisahkan integrasi Cortana dengan Search dan akan memindahkannya ke System Tray atau Control Center baru dengan tampilan mirip Chat seperti yang telah dirumorkan sebelumnya. Sementara itu, untuk fitur Search akan seperti gambar percobaan internal diatas.

Kemudian, Cortana akan mendapat peningkatan signifikan dengan kemampuan-kemampuan baru. Sudah agak lama Cortana tidak mendapatkan sesuatu yang signifikan terutama untuk konsumen, apalagi melihat fokus Microsoft di bidang kecerdasan buatan terus meningkat, tentu saja mengharuskan mereka untuk terus meningkatkan Cortana. Fitur-fitur kecerdasan buatan lainnya sepertinya juga akan diimplementasikan di Windows. Kemungkinan untuk membawa Cortana ke lebih banyak negara dan bahasa juga terlihat lebih besar di tahun ini.

Di tahun ini, langkah Microsoft untuk semakin memperdalam integrasi antara PC Windows 10 denagn ponsel Android dan iOS masih akan terus terjadi. Baik berupa peningkatan layanan yang sudah ada seperti Microsoft Launcher dan Microsoft Edge Mobile, maupun layanan baru nantinya.

Mendengar hal diatas memang terlihat menarik, tapi bagaimana untuk Windows 10 Mobile? Windows 10 Mobile akan terus mendapat dukungan berupa peningkatan keamanan, stabilitas, dan perbaikan bug, meskipun bagi pengguna yang ingin sesuatu yang baru memang sudah tidak ada lagi. Sebagai tambahan, inilah jangka waktu dukungan untuk Windows 10 Mobile:

  • Windows 10 Mobile v1511 akan didukung hingga Januari 2018
  • Windows 10 Mobile v1607 akan didukung hingga Oktober 2018
  • Windows 10 Mobile v1703 akan didukung hingga Juni 2019
  • Windows 10 Mobile v1709 akan didukung hingga Desember 2019

Setelah, membahas soal “RS4” dan “RS5” dan Windows 10 Mobile, kini waktunya untuk beralih ke “Windows Core OS” yang berperan penting sebagai pintu untuk masa depan Windows 10. Peluncuran “RS5” di penghujung tahun 2018, juga akan mengawali era untuk masa depan Windows 10 melalui “Andromeda” yang dirancang untuk pengalaman baru bagi perangkat mobile, yang dirumorkan juga akan mendukung beberapa hal yang telah kalian ketahui untuk perangkat desktop.

“Andromeda” dengan perangkat dua layar Surface akan menjadi produk pertama yang berjalan dengan “Windows Core OS” dan memamerkan bagaimana Windows 10 kini lebih fleksibel dan multifungsi yang secara otomatis menyesuaikan dengan berbagai skenario.

2 – Microsoft Devices

by David Breyer

Setelah disetujuinya berbagai paten yang bahkan semakin terlihat men-detail, seperti dimensi produk dan sistem mekanisme untuk engsel dan kamera, produk ini terlihat semakin siap untuk meluncur ke publik di 2018 ini. Produk ini juga dapat dibilang sebagai realisasi konsep Microsoft Courier yang beredar 2009 lalu, hanya saja Surface “Andromeda” ini akan membuat pembatas antara kedua layar tidak terlihat, memiliki bentuk yang dapat mudah dimasukkan ke kantong, menjalankan sistem operasi Windows 10 baru yang fleksibel, serta kemampuan telepon atau SMS ala ponsel.

Begitu Surface “Andromeda” meluncur, produsen perangkat Windows lainnya juga dapat meluncurkan produk serupa, layaknya Surface Pro yang modelnya sudah banyak diterapkan oleh berbagai OEM Windows.

Selain Surface “Andromeda” ada hal yang yang perlu diperhatikan, yaitu Surface Studio 2. Melihat Surface Book 2 sudah menggunakan NVIDIA Ge-Force GTX 1060 untuk versi tertingginya, bukan tidak mungkin bila Microsoft akan menggunakan GTX 1080 (atau lebih tinggi) untuk versi baru Surface Studio ini. Terutama melihat Surface Studio ini dirancang untuk kaum creatives yang juga memerlukan peforma yang tinggi untuk menunjang pencapaian hasil karya mereka. Surface Studio baru ini diperkirakan juga akan memiliki varian yang lebih terjangkau, mungkin dengan ukuran layar atau konfigurasi spesifikasi yang lebih rendah.

Image result for surface hub

Sekarang, waktunya beralih ke Surface Hub 2 “Aruba”, yang juga akan menjadi perangkat gelombang pertama “Windows Core OS”, layaknya Surface “Andromeda”. Hanya saja, baik Surface “Aruba” dan “Andromeda” memungkinkan untuk tertunda ke 2019. Tapi, melihat kesiapan Microsoft seperti yang telah kita bahas, terlihat peluncurannya akan tetap konsisten di 2018 ini. Dikutip dari Windows Central, Surface “Aruba” dan “Andromeda” akan memiliki integrasi mendalam yang memungkinkan adanya pengalaman kontinuitas atau mungkin Continuum baru untuk perangkat layar raksasa Surface Hub.

Sementara untuk Surface Pro, Surface Book, dan Surface Laptop tampaknya tidak mendapat penyegaran untuk tahun ini, setidaknya, tidak secara signifikan. Sekaligus juga memberi ruang bagi OEM Windows untuk meningkatkan inovasi di produk mereka.

Untuk HoloLens 2, peluncurannya di 2018 juga terbilang potensial. Ini dikarenakan, di 2017 lalu, mereka sudah memamerkan chip berbasis kecerdasan buatan untuk HoloLens versi berikutnya. Disamping itu, Alex Kipman juga memberi isyarat bahwa sebuah headset yang bisa melakukan baik Virtual dan Augmented Reality akan hadir tidak lama lagi. Dalam sebuah meeting di dunia Altspace VR, Alex Kipman juga mengatakan bahwa mereka “sangat aktif mengembangkan HoloLens 2”. Belum lagi, ini dapat menjadi momentum Microsoft untuk membuat HoloLens semakin terdepan dibanding pesaingnya.

Untuk Xbox, Microsoft tengah mengembangkan Xbox “Scarlett” yang sepertinya lebih ke generasi penerus keluarga Xbox One. Untuk itu, sepertinya Microsoft tidak mengungkapnya di 2018 ini, terutama melihat Xbox One X baru beberapa bulan di pasaran. Tapi, ada kemungkinan bila Microsoft memperbarui Elite Controllernya dengan peningkatan kenyamanan dan kualitas, serta dukungan Xbox Design Lab.

3 – Microsoft Office 2019 / Office 365

Gambar terkait

Mungkin kalian telah mendengar kalau Office 2019 akan meluncur di akhir tahun 2018 ini. Meluncurnya Office 2019, dirumorkan juga akan membawa Fluent Design untuk layanan full Office ini, agar konsisten dengan arah gaya baru Windows 10. Meskipun untuk macOS, sepertinya akan tetap menggunakan elemen design language Apple untuk sistem operasinya.

Selain itu, Microsoft tampaknya akan semakin banyak menghadirkan fitur-fitur dan layanan baru untuk pengguna Office 2019 melalui Office 365. Terutama untuk fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan, salah satunya seperti Resume Assistant, yang diperkenalkan November lalu.

Selain itu, aplikasi Journal yang dirumorkan untuk “Andromeda” juga dapat menjadi bagian dari Office 365. Seperti Microsoft Whiteboard yang nantinya dapat digunakan berbagai kalangan, Journal kemungkinan akan seperti itu. Hanya saja, sama seperti Whiteboard, pengguna dapat menggunakan Office 365 untuk pengalaman “lebih”. Peluncuran “Andromeda” juga akan membuat tim Office berupaya untuk memaksimalkan pengalaman dua layar di seluruh layanannya, disamping meningkatkan kemampuan inking.

Hal lain yang perlu jadi perhatian adalah, Microsoft akan memantapkan posisi  layanan Microsoft Stream untuk menjadi “YouTube bagi Pebisnis” dengan menambahkan fitur-fitur baru dan mulai meningkatkan marketing untuk layanan tersebut.

4 – Ekosistem Xbox

Image result for xbox play anywhere

Di tahun ini, Microsoft akan semakin terlihat berfokus ke software untuk masa depan Xbox. Tapi, ini bukan berarti mereka tidak memanfaatkan kekuatan Xbox One X, dikarenakan sudah mulai muncul rumor bahwa Microsoft tengah mempersiapkan game-game eksklusif yang kemungkinan besar juga berlabel Xbox One X Enhanced, game-game ini dapat berasal dari Microsoft sendiri atau pihak ketiga. Selain itu, game-game ini juga dapat berujung sebagai pendongkrak pertumbuhan Azure Cloud seperti PUBG yang telah kami beritakan beberapa waktu lalu.

Tahun ini juga dapat menjadi momen dimana Microsoft akan membawa layanan Xbox Game Pass dan emulasi game Xbox generasi pertama ke PC Windows 10. Disamping memperkaya layanan tersebut dengan game-game baru. Ini juga berlaku untuk layanan Xbox Play Anywhere.

Selain itu, Microsoft kemungkinan juga akan membuat avatar Xbox Live baru tersedia pada tahun ini, setelah sempat tertunda di Xbox One Fall Update lalu. Menariknya, tidak mengejutkan bila avatar ini juga akan tampil dan menggantikan avatar yang sudah ada di Altspace VR dengan pengalaman yang lebih smooth dan nyata, yang juga akan memperkaya pengalaman Windows Mixed Reality dengan PC, serta Xbox nantinya.

Tahun ini, Microsoft juga dirumorkan akan membawa fitur ala Windows Timeline untuk Xbox, baik untuk game maupun melihat peningkatan dari waktu ke waktu untuk Achievements. Sekaligus kemampuan untuk berbagi lebih cepat dan mudah, yang akan berujung pada peningkatan penggunaan Xbox dalam sehari-hari.

Untuk hal lain yang perlu disimak dari Xbox adalah dukungan mouse dan keyboard dengan sistem yang ketat, agar tidak terlihat ada diskriminasi antara pengguna mouse dan keyboard dengan kontroler. Kemudian, soal peningkatan pengalaman Cortana di Xbox agar lebih dapat diandalkan dan juga tampil dengan fitur-fitur baru, tidak mengejutkan juga Xbox nantinya juga termasuk dalam ekosistem “HomeHub” untuk pengalaman Smart Home dan keluarga yang terhubung dalam ekosistem Microsoft.

5 – Hal Lainnya

Untuk kalangan enterprise, integrasi Dynamics 365 dengan LinkedIn juga akan semakin mendalam, tidak mengejutkan jika integrasi dengan Cortana juga akan terjadi, sebagai Skill baru Cortana untuk berbagai perangkat. Sekitar 4 data center baru Microsoft untuk layanan cloud-nya juga akan resmi dibuka di 2018 ini, yaitu dua di Afrika dan dua di Australia, disamping terus meningkatkan keandalan dan fitur atau layanan baru untuk memikat konsumen. Fitur-fitur kecerdasan buatan baru di Bing juga akan semakin banyak, yang dapat berujung pada peningkatan penggunaan Bing, mengingat peningkatan fokus Microsoft di bidang kecerdasan buatan.

Setelah melihat berbagai prediksi diatas, apakah tanggapan kalian? Serta, apakah prediksi kalian sendiri untuk Microsoft sepanjang 2018 ini? 😀