Kinect adalah salah satu terobosan Microsoft yang sempat menjadi produk dengan penjualan tercepat yang pernah ada. Bahkan, sempat mengungguli kecepatan penjualan iPhone dan iPad. Kinect sendiri pada akhirnya telah terjual 35 juta unit sejak memulai perjalanannya di 2010 lalu. Hanya saja, kini Microsoft telah menghentikan produksi Kinect.

Image result for kinect

Kinect di Xbox 360 waktu itu, berupaya menghilangkan jurang pemisah antara tubuh manusia dan antarmuka yang dialami pengguna. Menghilangkan batasan dengan interaksi mouse, keyboard, dan layar sentuh.

“Ada sesuatu yang istimewa tentang penggunaan sistem Microsoft Kinect, sesuatu yang memisahkannya dari setiap kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras lainnya yang pernah saya gunakan. Kinect menyesuaikan dan mengakomodasi pengguna. Aku tidak mempelajari dia [Kinect]; dia yang mempelajari saya . . Saya tidak pernah merasa komputer mengerti saya – manusia [yang terbentuk dari] daging dan tulang – begitu baik. “ – Mark Wilson dari Fastco Design.

Kehadiran Kinect memang menimbulkan permasalahan soal privasi. Itulah yang ingin Microsoft hindari, agar konsumen menggunakan produknya dengan nyaman dan sesuai dengan harapan mereka.

Kinect sendiri masih belum dapat menghadirkan pengalaman game yang sesuai dengan ekskpektasi. Belum lagi keputusan Microsoft untuk membundle Kinect di Xbox One generasi awal dengan pengalaman yang masih belum dapat dikatakan hebat. Dimana, hal ini meningkatkan harga Xbox One, membuat Sony memimpin penjualan konsol generasi ini.

Melihat Teknologi Kinect Kedepannya

Kinect hingga saat ini masih memiliki tempat bagi para kreator seperti ilmuwan, peneliti, pembuat film, dan pengalaman panggung yang menakjubkan. Itulah mengapa teknologi Kinect akan berevolusi dalam produk baru Microsoft lainnya. Beberapa inovasi baru yang didasari oleh Kinect pada saat ini adalah: Windows Hello, HoloLens, dan Cortana, yang merupakan produk yang dipersiapkan untuk masa kini dan masa depan. Bahkan, ada juga bagian sensor iPhone X merupakan Kinect versi mini.

Alex Kipman selaku pimpinan pengembangan HoloLens dan Mixed Reality mengatakan soal generasi selanjutnya dari sensor Kinect yaitu Kinect v5. Kinect v5.0 ini akan memiliki daya kurang dari 1.5W meski dalam kondisi paling aktif. Membuatnya 50X lebih hemat daya dibanding pendahulunya. Lewat bantuan kecerdasan buatan dan integrasi dengan hardware, Microsoft berupaya untuk menyelesaikan permasalahan dalam tabel yang ada. Microsoft juga berencana agar kedepannya kita tidak hanya berinteraksi dan mengubah konten yang kita lihat atau sentuh. Namun, juga interaksi kita dengan materi suatu objek, dimana kita mampu merasakannya dan melakukan pengubahan. Hal ini sempat disampaikan oleh Alex Kipman dalam TED Talks pada tahun lalu.

“Visinya disini, hal yang sangat kita sabari, dan secara pribadi saya akan menghabiskan sisa hidup saya untuk bekerja, adalah pencarian untuk memastikan kita mengisi tabel ini secara lebih luas,” kata Kipman. “Memberdayakan orang untuk bekerja dengan teknologi dari cara manusia yang lebih manusiawi.”

Bagaimanakah pandangan kalian soal berita ini? Apakah Kinect merupakan pintu masa depan dunia teknologi? 😉

 

  • Seto Mulyadi

    Belajar bahasa Inggris yang baik dan benar dulu ya nak, jangan asal pakai Google Translate

    • Sapto

      Bukan gitu, google translate jg penting, hanya kadang kita terlalu terburu-buru, hingga lupa mereview & memolesnya sebelum meng-upload artikel tersebut.

      • Ewing

        ane setuju sama ente gan, ente emang jempol

    • Ewing

      kalo ente lbh pinter, gabung dong biar bisa ikutan nulis berita dimari biar lbh up to date lg
      gak ada yg salah dengan wincamp, situs ini yg paling berdedikasi beritain kabar seputar MS dan ane respect sm semua timnya

    • Agung-ichiruki

      njir ada kak seto disini. gimana kabarnya anak2 micin asuhan kak seto? wkwkwkwk…….

  • Sapto

    || Aku tidak mempelajarinya; itu mempelajari saya …||

    Mungkin terjemahannya lbh enak begini:
    || Aku tidak mempelajari dia; dia yang mempelajari saya…||

    • Ewing

      malah bingung ane baca terjemahan ente