Seperti yang telah kita dengar-dengar sebelumnya, terlihat bahwa Nokia baru mengembangkan teknologi 3D Touch pada 2014. Dari evolusi Lumia “Goldfinger” menjadi Lumia “McLaren”. Ternyata, Nokia telah mulai menggarap terobosan ini sejak 2013 dengan menggunakan hardware dalam Lumia 920 (yang tentunya dikustomisasi).

Ponsel ini berkodenama “Midas” seperti namanya yang identik dalam mitologi Yunani, apa yang ia sentuh menjadi emas, ponsel ini mengandalkan 3D Touch sebagai cara baru dalam menggunakan smartphone.

Seperti yang telah kami sebut sebelumnya, ponsel ini memang memiliki hardware Lumia 920 yang dikustomisasi:

  • Windows Phone 8.1 Build 12256
  • Layar 4.5 inch 768x1280p
  • Kamera depan dan belakang tidak diketahui (kemungkinan juga menggunakan 8MP)
  • Snapdragon S4
  • Memori 32GB RAM 1GB
  • 137 mm x 73 mm x 18 mm
  • Berat 170 gram tanpa baterai
  • Untuk kapasitas baterai tidak diketahui

Keuntungan menggunakan hardware Lumia 920 adalah, ponsel ini tidak dapat dilacak dalam situs benchmark dan semacamnya. Jadi, kerahasiaannya terjaga begitu lama.

Fitur 3D Touch yang ada juga mirip dengan apa yang telah diberitahukan oleh Windows Central beberapa waktu lalu. Selain ada 3D Touch, juga tampak adanya kehadiran Active Sides, yang sebenarnya juga akan diimplementasikan di Lumia 950. Hanya saja seperti yang kita ketahui beberapa bulan yang lalu, fitur itu dipangkas dari Lumia 950.

Cortana unreleased shape settings

Dalam screenshot ini, terlihat bahwa Microsoft juga sempat memberikan opsi untuk bentuk Cortana. Jadi, tidak hanya lingkaran biru seperti yang kita ketahui saat ini. Pada saat itu memang Windows Phone 8.1 masih belum selesai tapi sudah komplit dalam segi fitur. Pemilik prototype ini juga mengeluhkan ketidakstabilan touchscreen yang membuatnya kesulitan untuk menggunakan Cortana sebagaimana semestinya.

 

 

Kekurangan dari prototype ini adalah:

  • Touchscreen masih sangat tidak stabil
  • 3D Touch masih belum akurat
  • Volume control yang penuh bug
  • Sering berhenti bekerja meski baru digunakan beberapa menit
  • Bluescreen dan aplikasi crash sangat sering dialami

Hal ini membuat para penguji internal Nokia tentu mengalami masa-masa yang sangat kurang mengenakkan. Hanya saja, Nokia bergerak cepat dari prototype “mainan” (karena dari seri RX yaitu RX-112 sehingga hanya sebatas untuk percobaan saja) divisi devices mereka menuju ke pengalaman yang lebih baik ke “Goldfinger” hanya dalam beberapa bulan. Kemudian dengan penyempurnaan lebih lanjut ke “McLaren”.

Microsoft sendiri sebenarnya juga terakhir terlihat masih menggunakan “McLaren” untuk R&D teknologi ini. Beberapa sumber kredibel juga menyebutkan adanya laporan bahwa teknologi ini dapat menjadi salah satu fitur produk mobile selanjutnya dari Microsoft. Terutama melihat produk-produk prototype ini menjadi properti milik Microsoft dan tidak dapat diserahkan ke HMD Global beserta lisensi paten silang bersama perusahaan lainnya.

Nah, sekarang bagaimana pendapat kalian? Apakah kalian ingin teknologi ini terwujud? 😉