Image via theodysseyonline

Kita mungkin sudah familiar dengan astronot-astronot yang bepergian ke luar angkasa untuk sebuah penelitian. Wajarnya, setiap pesawat yang mengangkut para astronot tidak lebih dari 10 orang untuk setiap kali terbang. Terlebih para astronot biasanya menghabiskan 3-6 bulan untuk setiap misi nya.

Berbeda dengan apa yang sedang direncanakan Elon Musk, pria asal Pretoria ini mempunyai sebuah misi untuk membangun kehidupan di luar planet Bumi. Hal gila yang hampir sulit untuk terwujud. Bagaimana tidak, biaya yang dikeluarkan untuk pergi keluar angkasa tidak lah murah.

Kota Mandiri, itulah yang elon musk tulis pada sebuah laporan yang berisi tentang visi nya untuk membangun kehidupan di mars. Elon Musk menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk bisa menyelesaikan apa yang akan ia lakukan. Dalam laporan yang berisi 16 lembar itu tertampang jelas penjelasan musk tentang pembuatan koloni di mars. Grafik dan ilustrasi tidak lupa musk masukan untuk mempermudah penelitian.

Dengan jarak 140 juta mil perjalanan dari Bumi ke mars, jarak yang sangat jauh dan panjang tentu menghabiskan waktu 115 hari. Musk sudah memperkirakan berapa kisaran biaya yang harus dikeluarkan Rp 2,7 miliar setiap orang nya. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan Rp 133 triliun untuk setiap astronot yang pergi ke luar angkasa.

Bahan Methane di ambil musk untuk bahan bakar pesatnya kelak. Di bandingkan dengan hidrogen yang biaya nya cukup mahal methane jauh lebih murah. Musk menjelaskan nantinya pesawat harus bisa pulang pergi agar biaya dapat ditekan sekecil mungkin. Pemilihan bahan methane juga nantinya akan langsung di proses di mars karena jauh lebih mudah.

Misi ini rencana nya akan dimulai pada tahun 2023 dan membutuhkan sedikitnya 1 juta orang untuk membuat kota mandiri di mars. Nanti nya akan ada 100-200 orang yang terbang dalam setiap tahun, misi ini mungkin akan membutuhkan 40-100 tahun untuk bisa membuat peradaban di mars, kata Musk.

Untung nya dalam perjalanan ke mars yang membutuhkan waktu 115 hari, musk tentu tidak ingin penumpang nya merasa bosan dan jenuh didalam pesawat. Nanti nya pesawat akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga, game, bioskop, kabin dan restoran. Hal ini untuk membuat rasa nyaman penumpang selama masa perjalanan.

Bagi yang belum tahu, Elon Musk sendiri ternyata juga bekerjasama dengan Microsoft Azure untuk mengembangkan teknologi AI di perusahaan lain milliknya yaitu Open AI.

So, mungkinkan misi gila Elon Musk akan terwujud ? kita tunggu saja 40-100 tahun kedepan 🙂

  • Muhammad Sultan

    Orang Fisika mah bebas :))