Cloud ComputingPerkembangan Cloud Computing dalam 3 tahun terakhir berkembang sangat pesat, mulai banyak perusahaan-perusahaan yang ikut menjadi pelopor untuk ikut serta perpindahan era digital ini. Sudah banyak contoh yang mungkin kalian dengar mengenai keuntungan menggunakan sistem cloud pada bisnis mereka.

Terlepas dari itu, Amazon sebagai salah satu penyedia layanan Cloud Computing terbesar saat ini patut mendapat apresiasi. Sebab dalam waktu singkat, mereka berhasil mendapatkan pasar dengan nilai keuntungan yang sangat besar. AWS (Amazon Web Service) adalah infrastruktur-as-a-service (IaaS) yang sampai saat ini masih menjadi pemimpin di bisnis Cloud Computing.

Seperti yang dilaporkan analis teknologi Gartner, pada tahun 2017 perusahaan yang sudah berpaling menggunakan Cloud tumbuh 29.5%. Pendapatan nya ditaksir mencapai $23.5 miliar di tahun 2017, yang sebelumnya hanya $18.2 miliar di tahun 2016.

Gartner juga melaporkan semakin banyak perusahaan yang menyerahkan aplikasi dan data mereka ke layanan Cloud. Prediksi nya sekitar 5-10 tahun lagi, 80% perusahaan akan menutup data center fisik mereka untuk beralih ke layanan cloud. Amazon Web Services, Microsoft, Alibaba, Google dan Rackspace adalah vendor teratas untuk layanan IaaS pada tahun 2017.

“Pengeluaran untuk komputasi awan sekarang menyumbang lebih dari 20 persen dari total anggaran TI untuk organisasi yang menggunakannya, dan layanan cloud sekarang digunakan untuk mendukung lingkungan produksi dan operasi bisnis penting.”

Sid Nag, direktur riset di Gartner,.

Meskipun Amazon masih menjadi pemimpin di pasar Iaas dengan pendapatan $12,2 miliar di tahun 2017 dan menyumbang pendapatan yang cukup besar untuk perusahaan. Tapi Microsoft bergerak sangat cepat dengan Microsoft Azure nya. Pendapatan Microsoft dari layanan Azure tumbuh 2 kali lipat dari tahun sebelumnya dengan pendapatan $3.1 miliar.

So, mampukah Microsoft dengan layanan Azure nya menyalip Amazon, atau justru Google dan Alibaba yang mengambil tempat nya. . .