Ditengah memanasnya persaingan dalam pasar chipset, Intel bekerjasama dengan ARM untuk mempercepat pengembangan dari chip ARM. Kerjasama tersebut sepertinya mulai membuahkan hasil, dan chip tersebut sepertinya telah siap untuk meluncur di akhir  tahun ini.

Prosesor 3.5ghz ini akan berbasis 10nm dan menghadirkan 100 juta transistor. Jumlah transistor ini 2X lebih besar dibanding prosesor serupa dari Samsung, dan hanya memakan 0.25 mW/Mhz.

Intel juga tengah mengerjakan chip FinFET berbasis ARM 22 nm yang mengkonsumsi daya 30% lebih rendah dari chip dalam perangkat 28nm yang serupa.

Chip ini tidak akan dijual oleh Intel sendiri, tapi juga dapat diproduksi untuuk produsen lainnya. Inilah langkah Intel dalam menghadapi Qualcomm. Terutama, setelah meluncurnya Windows 10 on ARM, membuat Intel harus memanfaatkan momentum ini agar tidak tersaingi oleh Qualcomm.

Untuk produk-produk yang Intel yang berbasis ARM, diperkirakan akan meluncur sekitar tahun 2018. Tahun yang sama dengan rumor peluncuran produk mobile futuristis dari Microsoft dan mungkin produsen Windows lainnya.

Nah, apakah pandangan kalian soal langkah Intel ini? Akankah Intel mampu menyaingi Qualcomm dalam pasar chip berbasis ARM ini?