CMO Microsoft, Chris Capossela mengatakan bahwa salah satu produk perusahaannya, yaitu Visual Studio Code yang open-source dan dapat digunakan diberbagai OS, dikabarkan sangat populer bagi pegawai Google.

“Mayoritas developer Google menggunakannya sekarang,” kata Chris Capossela, kepala pemasaran Microsoft, di podcast Windows Weekly. Dalam podcast itu, Capossela kemudian melanjutkan bahwa “[Layanan] Itu dengan cepat diterima. Dan itu karena [layanan] itu bekerja pada semua platform ini, dan tim mereka sangat mengutamakan pelanggan.”

Visual Studio Code atau dapat juga disebut VSCode, selain tersedia untuk Windows, juga tersedia untuk Linux dan macOS. Layanan itu memiliki sekitar 4.5 juta pengguna aktif sejak peluncurannya di tahun 2015. VSCode sendiri juga terpilih sebagai tempat pengembangan terpopuler melebihi layanan Visual Studio buatan Microsoft sendiri, beserta layanan lainnya seperti Android Studio, Eclipse, Sublime Text, dan Vim.

Sementara itu, pada bulan November, salah satu pesaing Microsoft Azure, yaitu Amazon AWS mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembagkan sebuah software yang akan mempermudah pengembangan berbasis AWS di VSCode.

Capossela juga mengatakan bahwa Microsoft tidak hanya berfokus pada tingkat adopsi layanannya untuk pebisnis saja, akan tetapi juga konsumen dan edukasi, seperti pelajar ilmu komputer yang menggunakan VSCode.

VSCode hanyalah salah satu dari kisah sukses Microsoft yang terjun dalam layanan multi-platform dan open-source, ada juga kisah-kisah lainnya seperti kehadiran SQL Server ke Linux, turut bergabung ke Open Innovation Network yang identik dengan Linux, menggunakan Chromium yang merupakan teknologi open-source dibalik Google Chrome dan turut berkontribusi di Chromium.

“Saya pikir bagi saya, ini adalah tahun dimana orang benar-benar mulai melihat bahwa open-source adalah sesuatu yang penting bagi perusahaan,” ungkap Capossela.

 

Please Login to comment
avatar
  Subscribe  
Notify of