Tidak Hanya Windows, Ini 8 Produk "Hardware" Canggih Buatan Microsoft

Kemarin, Microsoft secara resmi mengumumkan perombakan terbesar di era Satya Nadella yang telah memimpin selama 4 tahun. Dalam perombakan ini, tim Windows dipecah menjadi dua bagian pengembangan, ada yang di divisi Experiences and Devices dibawah pimpinan Rajesh Jha yang sebelumnya memimpin Office Product Group yang kini juga menjadi bagian Experiences and Devices, kemudian ada yang di bagian Cloud and AI yang merupakan divisi baru dibawah pimpinan Scott Guthrie. Hal ini akan diterapkan begitu masa transisi yang dilakukan Terry Myerson telah usai.

Mengapa Microsoft melakukan hal ini? Ini dikarenakan pertumbuhan PC telah melambat, sementara layanan cloud yang berbasis langganan terus mengalami pertumbuhan pesat dengan fitur, kemampuan, dan peningkatan keamanan yang up-to-date.

Langkah ini terlihat jelas dengan peluncuran layanan Microsoft 365 pada Juli lalu, yang merupakan paket langganan Windows 10, Office 365, didalam perlindungan Windows Defender Advanced Threat Protection. Belum lagi, Microsoft kini merancang Surface agar memaksimalkan serta memamerkan keunggulan Windows 10 dan Office, bukan secara terpisah lagi.

Microsoft berharap bahwa Windows 10 dapat berkembang pesat seperti layaknya Office 365, seperti harapan Microsoft bahwa 2/3 pengguna Office akan berbasis cloud atau Office 365 di Tahun Fiskal 2019 mendatang. Kini, kehadiran paket Microsoft 365 merupakan realisasi dari rencana tersebut, untuk semakin menguatkan integrasi Windows 10 dan Office 365 dalam satu paket langganan secara bulanan atau tahunan.

Langkah ini membuat Windows akan berperan lebih penting bagi pertumbuhan Microsoft Cloud yang kini menjadi penyumbang pertumbuhan utama Microsoft, begitu juga Surface untuk memamerkan kemampuan hardware dan layanan cloud-nya.

Langkah ini terlihat dari Panos Panay yang memiliki jabatan baru sebagai Chief Product Officer, yang menandakan peningkatan fokus dalam hardware. Panos akan memimpin “visi perangkat kami dan lebih memperdalam etos produk kami di seluruh batasan-batasan [dalam] perangkat keras dan perangkat lunak untuk perangkat pihak pertama kami, sambil menciptakan kategori dan peluang baru untuk seluruh ekosistem.”

Kemudian, tim pengembangan dalam pengalaman Windows serta integrasi cross-platform mobile seperti Android dan iOS, dipimpin oleh Joe Belfiore. Kudo Tsunoda akan tetap memimpin tim Windows NEXT (New Experiences and Technologies) untuk pengalaman futuristik dan Windows premium. Serta ada Brad Anderson yang tetap memimpin Enterprise Mobility + Security yang berfokus dalam pengadopsian Windows untuk kalangan enterprise. Semua pimpinan ini akan bertanggung jawab kepada Rajesh Jha dibawah grup Experiences and Devices.

Related image

Selain itu, ada grup baru yaitu Cloud and AI dibawah kepemimpinan Scott Guthrie yang sebelumnya memimpin Cloud and Enterprise Group. Posisi Scott Guthrie yang berfokus dalam Azure kini ditempati oleh Jason Zander yang akan bertanggung jawab kepada Guthrie dan menggabungkan tim pengembangan dari Windows Core dengan Azure. Melalui langkah ini, Microsoft akan menyatukan kekuatan Windows, server, dan cloud untuk membuat infrastruktur dan model aplikasi yang dapat berjalan di berbagai varian Windows 10. Ada juga Roanne Sones yang akan bekerja dengan Zander untuk menjaga hubungan erat Microsoft dengan produsen chip dan OEM.

Alex Kipman akan mendapat jabatan baru yang lebih luas. Nantinya, Kipman akan terus mengembangkan HoloLens yang akan tetap berada di Experiences and Devices tapi juga bekerja untuk grup Cloud and AI dalam bagian AI Perception and Mixed Reality Services, tim ini akan memaksimalkan potensi suara, penglihatan, Mixed Reality, dan pengalaman baru semacamnya, yang akan tetap meluncurkan produk dari Microsoft sendiri dan layanan cloud cerdas bagi perusahaan lainnya.

Di luar Windows and Devices, ada beberapa perombakan lainnya, yaitu di soal pengembangan AI. Melihat Kipman akan memimpin grup yang terkait “AI-Perception”, untuk keseluruhan AI Platform, Tools dan Cognition Services, termasuk Azure Machine Learning, Cognitive Services, dan Bot Frameowrk, akan menjadi satu “Layanan AI Platform, Tools and Cognitive” yang baru dibawah Eric Boyd, sebagai bagian dari Cloud and AI. VP Cloud AI Platform Joseph Sirosh juga kan bergabung dengan grup baru ini. (untuk layanan dan produk ini, hingga saat ini, bagian dari grup  AI and Research dibawah Harry Shum.)

Sekarang, apakah tanggapan kalian soal perombakan terbesar dibawah kepemimpinan Satya Nadella ini? 😉