Image result for polaris star

Kembali pada November 2017 lalu, kami sempat memberitakan soal “Polaris” yang akan termasuk dalam “Windows Core OS” sebagai upaya Microsoft untuk memodernisasi PC Windows 10, disamping “Andromeda” untuk pengalaman mobile-centric. Nah! Setelah sekian banyak pembahasan soal “Andromeda” baik dalam hardware futuristis dua layarnya maupun softwarenya, mari kita juga mulai membahas lebih dalam soal “Polaris” yang kemungkinan akan mulai terlihat di awal 2019 nanti.

Mengapa “Polaris” Ada?

A person using a Surface Laptop in bed

Seperti yang telah kita tahu, tidak semua pengguna memanfaatkan fitur-fitur atau komponen lawas dari Win32. Disamping itu, ada juga pengguna yang memiliki aktivitas yang bisa dibilang tidak berat seperti membuka Web dan Microsoft Office. Nah! pengguna seperti ini tentu saja ingin agar Windows mereka berjalan sangat optimal meskipun untuk spesifikasi rendah.

Disinilah “Polaris” datang untuk mengatasi kebutuhan akan pengalaman tersebut bagi konsumen. Disini, berbagai komponen Win32 yang sangat jarang digunakan bagi pengguna biasa akan dipangkas di “Polaris” sehingga pengalamannya akan berfokus dalam UWP (Universal Windows Platform/Apps).

Inilah yangembuat Windows lebih friendly dan optimal bagi mereka yang bukan poweruser dan tidak membutuhkan atau belum dapat menjangkau PC di kelas premium.

Bagaimana Soal Aplikasi Win32?

Seperti yang dikutip dari sumber internal yang diperoleh oleh Windows Central, Microsoft juga berencana membawa aplikasi Win32 dari program Project Centennial yang kini dapat diakses di Microsoft Store melalui remote virtualization seperti HP Elite x3 lewat HP Workspace, tapi, dengan container untuk menghadirkan pengalaman native dan mudah diakses.

Apa Keuntungannya Bila Fokusnya Berbasis UWP?

Pertama, adalah soal keamanan, yang sangat cocok bagi pelajar atau beberapa tipe konsumen lain yang ingin data-data dan privasi mereka tersimpan dengan aman tanpa ribet. Kedua, dengan memangkas berbagai komponen Win32 yang tidak banyak digunakan atau diperlukan akan membuat kinerja jauh lebih optimal dengan ketahanan baterai yang jauh lebih panjang, terutama untuk PC dengan harga yang sangat terjangkau. Disamping itu, momentum ini dapat diperkuat dengan adanya Windows on Snapdragon ini yang sekaligus menghadirkan konektivitas tanpa-putus bagi konsumen lewat 4G atau bahkan, 5G nantinya.

Bagaimana untuk Pengguna yang Termasuk Poweruser atau yang Memiliki Aktivitas Kelas Berat?

PC dengan Windows 10 “Polaris” nantinya hanya akan ada di perangkat model baru, pengguna “Polaris” memang tidak dapat upgrade ke Windows 10 Pro, begitu juga sebaliknya bila pengguna Windows 10 Pro (atau varian semacamnya yang ditujukan untuk segmen yang berbeda) ingin menggunakan “Polaris”.

Oleh karena itu, bagi poweruser yang membutuhkan layanan atau aplikasi kelas berat seperti Adobe Premiere Pro, AutoCAD, atau gaming dalam high-settings akan tetap dapat memilih PC dengan Windows 10 Pro. Jadi, baik PC dengan Windows 10 “Polaris” dan Windows 10 Pro akan tetap eksis bersamaan. Meskipun bisa jadi di masa yang akan datang akan ada titik temu yang membuat keduanya menjadi satu Windows 10 yang benar-benar modern dan ringan, tapi, juga cocok bagi kalangan poweruser.

“Polaris” Akan Mendorong Windows PC ke Masa Depan 

Dengan segala fleksibilitas, kemudahan, pengalaman modern, dan kecepatan yang ditawarkan, akan membuat Microsoft dan produsen PC lain terus berkembang dalam membuat kategori produk baru untuk PC yang sekaligus bagi Microsoft sendiri dapat mempercepat pengembangan Windows yang juga lebih konsisten dibanding sebelumnya terutama dalam meningkatkan pengalaman konsumen dengan fitur/layanan baru atau peningkatan dibanding sebelumnya.

Selain itu, seperti yang telah kami beritakan di artikel yang telah kami beri tautannya di paragraf pertama, Microsoft dan produsen PC dapat membuat satu produk dengan salah satu shell “Windows Core OS” yang tersedia atau lebih. Jadi, mereka dapat membuat suatu produk hardware baru dengan “Andromeda” untuk pengalaman mobile centric dan “Polaris” untuk pengalaman layaknya PC. Disamping itu, ada juga “Oasis” untuk Mixed Reality, “Aruba” untuk perangkat seperti Surface Hub, dan ada juga untuk pengalaman Xbox dan IoT yang belum diketahui kodenama internalnya.

Inilah masa depan Windows 10 yang selama ini kita tunggu, dan sepertinya kita mulai dapat melihat beberapa hal seputar itu paling cepat pada acara Microsoft Build 2018 yang kemungkinan akan berlangsung sekitar pertengahan Mei mendatang.

Sekarang, apakah tanggapan kalian? Apakah kalian juga tidak sabar dengan masa depan Windows? 😉