MediaTek atau Qualcomm Snapdragon
MediaTek atau Qualcomm Snapdragon

Smartphone menjadi perangkat penting dalam kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia. Perangkat satu ini menjadi komuditas yang sangat penting bagi konsumen maupun produsen. Tidak ada lagi batasan antar teknologi menjadi alasan mengapa smartphone kian hari semakin tidak terbendung, salah satunya teknologi yang dipakai.

Berbicara smartphone tentu saja ada dua hal penting yang bisa mempertimbangkan konsumen yaitu harga dan teknologi hardware/software yang digunakan. Contoh nya seperti kapasitas RAM, merk Prosesor, besar kamera hingga OS apa yang digunakan. Tapi salah satu elemen terpenting pada smartphone adalah Prosesor, otak dibalik kinerja baik atau buruk dalam smartphone.

Sejauh ini ada 5 merk prosesor khusus untuk smartphone yang banyak orang tahu, Qualcomm Snapdragon, MediaTek, Exynos, Intel Atom & Aple A series. Dari kelima jenis chipset tersebut hanya ada dua yang paling sering kita temui yaitu Qualcomm Snapdragon dan MediaTek. Dan pada artikel ini, Wincamp akan sedikit membahas kedua prosesor tersebut.

Qualcomm Snapdragon

Yang pertama mari kita bahas terlebih dahulu prosesor dari Qualcomm, Snapdragon. Snapdragon paling banyak digunakan oleh vendor smartphone karena dibangun dengan teknologi baru serta kemampuan dalam memproses data sedikit lebih cepat yang berdampak pada penggunaan daya yang minim. Merk-merk smartphone ternama seperti OnePlus 5, OnePlus 5T, Xiaomi Mi Mix 2, Nokia 8 Plus, LG G6, HTC 11, Samsung Galaxy S8/S9 Edge & Asus Zenfone 5Z sudah merasakan merahnya teknologi dari Qualcomm.

Qualcomm Snapdragon 845
Qualcomm Snapdragon 845

Snapdragon 650/660, Snapdragon 652/653, Snapdragon 430/435, Snapdragon 625/626, Snapdragon 630/636 adalah seri prosesor TOP dari Qualcomm. Smartphone dengan level menengan/mid-range adalah target untuk prosesor ini. Prosesor unggulan dari Qualcomm ada Snapdragon 835 dan Snapdragon 845 yang kini mulai digunakan ponsel high level. Qualcomm sendiri dikabarkan mempunyai seri 700, namun sampai sekarang series ini belum juga di ungkap.

Jika berbicara masalah harga, prosesor buatan Qualcomm memang terbilang mahal, yang harga satuan nya bisa mendapatkan 2-3 jenis prosesor dari mediatek dengan range yang sama. Mengapa ? karena biaya produksi untuk Snapdragon 6x lebih mahal di banding biaya produksi untuk chip jenis MediaTek.

Sebagian orang banyak yang menilai kualitas ponsel dari nilai Antutu yang menjadi patokan untuk menilai sebuah prosesor yang digunakan. Tidak salah namun tidak sepenuhnya benar, skor tinggi yang didapat tidak menjamin kinerja ponsel yang lebih baik. Banyak elemen-elemen yang mendukung serta faktor yang membuat ponsel dapat melakukan kinerja dengan baik atau tidak.

MediaTek

Sekarang giliran prosesor besutan MediaTek, satu-satunya prosesor pesaing untuk Qualcomm Snapdragon. MediaTek sendiri adalah prosesor pendatang baru yang bermarkas di vietnam, didirikan 21 mei tahun 1997 oleh Tsai Ming-kai. Perkembangan nya cukup cepat, salah satu yang membuat berbeda dari Qualcomm adalah harga nya yang jauh lebih murah.

MediaTek Helio X30
MediaTek Helio X30

MediaTek adalah penemu prosesor Deca-core pertama yang berkekuatan 10 core pada sebuah smartphone. Dengan kekuatan 10 core, proses kinerja dari prosesor ini sangat baik untuk menangani tugas-tugas dalam waktu bersamaan. MediaTek juga menjadi pencetus prosesor 64 bit pertama dan mendukung konektifitas LTE pada masanya.

Seri prosesor unggulan dari MediaTek antara lain Helio X27 (MT6797X) dan Helio X30 (MT6799), Helio X25 (MT6797T) dan Helio X20 (MT6797). Dari Seri P, MediaTek mempunyai  Helio P20 (MT6757), Helio P25 (MT6757T) dan yang terbaru Helio P60 & Helio P70. Khusus untuk seris P, prosesor ini mempunyai keunggulan dalam pemanfaatan daya dan efisiensi yang baik. Sebagai contoh Oppo F7 & Nokia 5.1 Plus yang menggunakan prosesor MediaTek P60

MediaTek X series yang menjadi unggulan dari MediaTek terbilang cukup mampu untuk bersaing dengan series 800 milik Qualcomm. Dengan cost yang lebih kecil dan memiliki kemampuan untuk menangani ponsel high level. Untuk series X ini, belum banyak ponsel yang masuk ke indonesia, keseluruhan nya masih merajai pasar china.

Qualcomm Snapdragon vs MediaTek
Qualcomm Snapdragon vs MediaTek

Qualcomm Snapdragon 845 vs Helio X30

Qualcomm memiliki Snapdragon 845 sebagai pemain ekstrem sementara MediaTek memiliki Helio X30. Dalam benchmark, Snapdragon 845 jauh lebih unggula karena mendapat skor yang luar biasa sekitar 240,000+ sementara Helio X30 hanya di 150,000+. Jelas kedua prosesor ini berbeda, karena Qualcomm Snapdragon 845 adalah chip Octa-Core sementara Helio X30 adalah Deca-Core SoC.

Mungkin sebagiam dari kalian akan berpikir bahwa Deca-Core akan berkinerja lebih baik daripada Octa-Core, tetapi secara real time itu salah. Menurut kami lawan untuk Snapdragon 845 adalah Snapdragon 835 itu sendiri, karena sejauh ini belum ada yang mampu melawan Snapdragon 845.

Qualcomm Snapdragon 652 vs MediaTek Helio X25

Perbandingan berikutnya adalah Qualcomm Snapdragon 652 vs MediaTek Helio X25. Snapdragon 652 adalah prosesor Octa-Core sedangkan Helio X25 adalah prosesor Deca-Core. Jika kita membandingkannya maka Helio X25 sedikit lebih unggul diatas Snapdragon 652.

MediaTek Helio X25 mendapatkan skor 91000 di Antutu sedangkan Snapdragon 652 mendapat nilai sekitar 82000. Snapdragon 652 memiliki kombinasi 4 x Cortex A72 core dengan 4 x Cortex A53 core, sementara Helio X25 memiliki 2 x Cortex A72 core dengan 8 x Cortex A53 core.

Qualcomm Snapdragon 653 vs MediaTek X20

Sekarang kita akan membandingkan prosesor dari masing-masing merek yang termasuk dalam kategori yang sama yakni Qualcomm Snapdragon 653 vs MediaTek Helio X30. Jika kamu salah satu orang yang percaya pada angka/skor Antutu maka MediaTek Helio X20 pemenangnya.

Sebenarnya tidak ada perbedaan besar dari kedua prosesor ini, Snapdragon 653 adalah chipset Hexa-Core sedangkan Helio X20 adalah chipset Deca-Core. Snapdragon 653 memiliki kombinasi 4 x Cortex A72 core dengan 4 x Cortex A53 core sedangkan Helio X30 memiliki 2 x Cortex A73 core dengan 4 x Cortex A53 core dan Cortex-A35 4x yang menjadi alasan MediaTex X20 lebih unggul.

Kesimpulan

Kita sudah melihat kedua data diatas antara Qualcomm Snapdragon dan MediaTek, secara garis besar kami mengakui Snapdragon masih unggul dalam beberapa hal. Namun bukan berarti MediaTek buruk, tidak. Justru untuk kelas mid-range prosesor besutan MediaTek dengan series P nya mampu bersaing ketat.

Sebagai contoh MediaTek P60 yang dipakai oleh Oppo F7 dan yang terbaru digunakan juga pada ponsel Nokia 5.1 Plus (Nokia X5). Pada level atas prosesor besutan Qualcomm masih belum bisa ditandingi oleh MediaTek, namun untuk level mid-range kami akui MediaTek bisa berbuat banyak. Dengan cost yang sedikit lebih murah dan peforma yang bisa bersaing, prosesor MediaTek sepertinya patut diperhitungkan .

Dalam beberapa tahun kedepan situasi mungkin bisa saja berubah, MediaTek sudah melakukan banyak kemajuan untuk setiap series prosesor yang mereka rilis. Sementara Qualcomm terus berinovasi untuk menghadirkan prosesor yang jauh lebih baik untuk smartphone yang akan datang. Untuk pilihan, MediaTek memang masih menjadi opsi yang tepat untuk smartphone murah tanpa peforma yang murahan.

So, apakah kalian setuju dengan artikel ini . . .