Microsoft Akhirnya Selesaikan Akuisisi Terhadap GitHub
Microsoft Akhirnya Selesaikan Akuisisi Terhadap GitHub

Juni 2018 Microsoft secara resmi mengakuisi GitHub dengan nilai fantastis yakni $7.5 miliar atau sekitar Rp 104 triliun. GitHub sendiri adalah layanan repository raksasa yang sangat populer dikalangan developer. Google, Apple, Amazon dan perusahaan besar lainnya menggunakan GitHub sebagai repository untuk menyimpan dokumentasi dan kode.

26 Oktober 2018, CEO Microsoft Satya Nadela mengumumkan penyelesaian akuisisi GitHub melalui akun Twitter Pribadinya. “Saya senang menyambut GitHub ke Microsoft. Bersama-sama, kami akan terus memajukan GitHub sebagai platform yang dicintai oleh pengembang dan dipercaya oleh organisasi,” Tulis Nadela.

Baca : Microsoft Resmi Akusisi GitHub Senilai Sekitar 104 Triliun!

Nad Friedman CEO GitHub mengungkapkan tidak akan menjadikan GitHub seperti Microsoft, seperti yang banyak orang takutkan. “Kami tidak membeli GitHub untuk mengubahnya menjadi Microsoft,” ungkap Nad Friedman. Banyak orang berfikir GitHub akan dijadikan seperti Microsoft yang semua nya akan tertutup.

Visi GitHub setelah diakuisi Microsoft adalah untuk melayani pengembang dan menjadikan GitHub sebagai repository terbaik yang mereka gunakan. “Visi kami adalah untuk melayani setiap pengembang di planet ini, dengan menjadi tempat terbaik untuk membangun perangkat lunak. Ini adalah kesempatan impian bagi kita semua di GitHub, dan kita tidak bisa lebih bersemangat untuk menyingsingkan lengan baju kita dan memulai bab berikutnya,” ungkap Nad Friedman.

Baca : Flashdisk Ini Dilengkapi Dengan Keamanan Sensor Sidik Jari

CEO Microsoft juga sempat mengatakan bahwa Microsoft sangat berhati-hati dalam pengakuisisian GitHub dan berjanji akan berkomitmen menjadikan GitHub sebagai platform terbuka. “Kami berkomitmen untuk menjadi pengurus komunitas GitHub, yang akan mempertahankan etos developer-first, beroperasi secara independen dan tetap menjadi platform terbuka. Kami akan selalu mendengarkan umpan balik developer dan berinvestasi baik dalam hal fundamental maupun kemampuan baru,” ungkap Satya nadela.