Baru-baru ini, Microsoft caplok tanah sebesar 130 hektar dan senilai sekitar 432 miliar rupiah di bagian timur negara Swedia, sebuah langkah yang dipersiapkan untuk penggunaannya di masa depan.

Mengenai hal ini, Microsoft memberi pernyataan sebagai berikut:

“Kami membeli tanah di Gävle dan Sandviken untuk potensi penggunaan di masa depan dalam mengantisipasi kebutuhan untuk mendukung kehadiran kami yang semakin berkembang di Eropa. Kami telah beroperasi di Swedia selama 33 tahun di mana kami saat ini mempekerjakan sekitar 600 orang, terutama di Stockholm, Gothenburg, dan Linköping. Ketika kita melihat ke masa depan, kita akan bekerja secara langsung dengan pemerintah kota dan warga ketika rencana kita berkembang.”

Perlu untuk dicatat, ukuran tanah yang dibeli Microsoft ini ternyata sebesar 2/3 dari markas utama Microsoft di Redmond, Amerika Serikat. Markas yang kini sedang direnovasi besar-besaran dan memiliki 125 gedung dan tempat bekerja bagi sekitar sepuluh ribu pegawai.

Kota Gävle merupakan rumah bagi sekitar seratus ribu penduduk, dan hanya berjarak sekitar satu jam dari bandara internasional Stockholm-Arlanda. Selain itu, kota ini juga merupakan tempat berdirinya Universitas Gävle yang memiliki fokus studi dalam bidang pemetaan, penyurveian, pengembangan software kreatif, promosi kesehatan, dan edukasi kesehatan.

Sementara itu, kota Sandviken terletak sekitar 20 mil sebelah timur Gävle dan merupakan rumah bagi sekitar empat puluh ribu penduduk. Beberapa bisnis maju dalam bidang ekspor terletak di kota tersebut, disamping bisnis berskala internasional dalam bidang perhutanan dan komunikasi.

Kedua daerah ini, tampaknya sangat cocok untuk pertumbuhan Microsoft melalui layanan cloudnya yang juga berfokus dalam kesehatan, pendidikan, layanan back-end bagi pemetaan, dan pengembangan software.

Lebih lanjut, kedua pemerintah kota menyatakan bahwa langkah Microsoft ini akan memperkuat area ini sebagai “daerah industri modern”.

“Sangat menarik bahwa perusahaan seperti Microsoft, dengan magnitudo sedemikian [tingginya] dalam infrastruktur digital, tertarik pada area lahan luas di wilayah kami,” kata Patrik Stenvard, ketua dewan kota di Gävle, mengatakan kepada iHubs Swedia. “Tujuan kami adalah menjadi salah satu perusahaan industri terbesar di kawasan ini.”

Sekarang, apakah tanggapan kalian mengenai langkah Microsoft ini? Perlukah Microsoft melakukan hal serupa di Indonesia? 😉

 

 

Please Login to comment
avatar
  Subscribe  
Notify of