Dikutip dari situs Polygon yang mengklaim telah mendapat informasi dari sumber yang dekat dari Microsoft, mengatakan bahwa Microsoft tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi Electronic Art, yang bila kita lihat untuk saat ini memiliki market-cap senilai $36.32 miliar atau sekitar 485 triliun rupiah. Disamping itu, Microsoft juga dirumorkan melihat Valve dan PUBG.Corp sebagai target akuisisi mereka selanjutnya.

Langkah ini bisa jadi merupakan upaya Microsoft untuk meningkatkan fokus mereka dalam gaming. Terutama untuk menambah value bagi layanan Xbox Live dan Xbox Game Pass yang saat ini terus didorong oleh Microsoft pertumbuhan penggunanya, disamping, tentu saja, game eksklusif di Xbox One dan Windows 10.

CEO dari SuperData Research, Joost van Dreunen yang merupakan seorang pengamat memprediksikan bahwa Microsoft akan mengumumkan sesuatu dalam waktu dekat ini. Kemudian, ada juga pengamat lain dari DFC Intelligence yang mengatakan:

“Microsoft secara keseluruhan memiliki tahun yang besar,” kata David Cole, pemilik DFC Intelligence. “Tapi itu tidak ada hubungannya dengan Xbox One. Bagi tim Xbox, mereka harus membuat beberapa keputusan strategis yang cukup besar. Mereka perlu menjelaskan strategi bagaimana mereka bisa relevan [dengan] maju dalam industri game. “

Gaming – Sebuah Fokus Baru Bagi Microsoft

Image result for xbox game pass

Gosip ini juga diperkuat dengan adanya kepemimpinan baru dalam upaya gaming di Microsoft, seperti diangkatnya bos Xbox, Phil Spencer menjadi salah satu jajaran pejabat tinggi Microsoft yang akan mengawasi seluruh pengembangan dan upaya gaming di Microsoft, beserta beberapa pejabat gaming lainnya yang naik jabatan seperti bos Microsoft Studios yang baru, yaitu Matt Booty dan bos Minecraft yang baru, yaitu Helen Chiang.

CEO Microsoft, Satya Nadella juga terlihat begitu antusias dalam gaming, terutama melihat Satya mulai menyebut-nyebut soal pertumbuhan layanan Xbox dan permainan seperti PUBG yang memanfaatkan Azure Cloud dalam salah satu conference call laporan keuangan Microsoft. Selain itu, Nadella juga memberikan highlight kepada akuisisi Microsoft terhadap Mojang (Minecraft) senilai $2.5 miliar atau sekitar 33,4 triliun rupiah sebagai akuisisi terbesar pertamanya di 2014 lalu. Dalam pertemuan bersama pemegang saham Microsoft, Nadella mengatakan bahwa pasar game memiliki nilai lebih dari $100 miliar yang tentu saja sangat potensial bagi Microsoft untuk terus maju dan berkembang.

Seperti yang dilaporkan beberapa hari lalu, seorang pengamat dari Barclays juga mengatakan bahwa salah satu kunci pendorong kemajuan Microsoft adalah dalam gaming. Hal seperti ini bisa memulai suatu “tren” baru bagi kalangan pengamat yang biasanya lebih cenderung untuk melihat pertumbuhan bisnis cloud Microsoft seperti Azure dan Office 365.

Sebagai penutup, penting untuk dilihat seperti apa upaya Microsoft untuk terus bergerak maju dalam dunia gaming kedepannya. 2018 tampaknya akan menjadi tahun yang akan penuh hal besar baik bagi Microsoft maupun perkembangan teknologi secara keseluruhan.

Sekarang, apakah tanggapan kalian soal rumor ini? Apakah Microsoft perlu membeli perusahaan sebesar EA?

 

Please Login to comment
avatar
3 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
5 Comment authors
lana karyatnaRichieMarc VuorinenWhyu WaAndriy Andriy Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
lana karyatna
Guest

Caplok valve, nanti akun microsoft sama steam digabung, rilis dota 2 di xbox dan aplikasi dari steam ke xbox

Whyu Wa
Guest
Whyu Wa

yg dicaplok nanti bakalan nasibnya gk jelas…kya yg sudah2 lama2 yg diakuisisi akan ilang ato ditutup

Andriy Andriy
Guest
Andriy Andriy

Skalian capcom di caplok jg kalo gak developer2 game yg bikin games eksklusif cuma buat Ps4