Langkah Microsoft untuk tidak lagi berfokus pada Windows Phone, Microsoft Band, dan Groove Music membuat tidak sedikit merasa khawatir mengenai masa depan Microsoft dalam pasar konsumen.

Akan tetapi, dalam acara Microsoft Inspire, Microsoft setidaknya memberikan pencerahan mengenai strategi mereka di pasar konsumen, yaitu melalui upaya “Modern Life” dan “Gaming” yang termasuk dalam 6 pilar yang akan menjadi fokus utama Microsoft dalam Tahun Fiskal 2019 ini dan seterusnya.

Yusuf Mehdi, yang kini menjabat sebagai Corporate Vice President, Microsoft Modern Life and Devices mengakui bahwa “dalam beberapa tahun terakhir, kami telah kehilangan sedikit kejayaan itu dengan konsumen,” yang merupakan kutipan dari seorang peserta (yang tidak ingin disebut namanya) Inspire yang menghadiri salah satu sesi tertutup acara tersebut.

Terlihat dalam teleprompter diatas yang diunggah dalam akun Twitternya, Yusuf Mehdi mengatakan bahwa “kami memulai perjalanan untuk memenangkan kembali konsumen dengan visi kami.”

Kebanyakan perusahaan berbasis konsumen umum terfokus pada satu bidang, seperti Netflix untuk perfilman, Spotify untuk musik, dan Amazon untuk pusat belanja. Microsoft memposisikan diri menjadi yang terdepan dalam produktivitas dan akan membuatnya jadi jauh lebih menarik bagi konsumen.

Itulah mengapa Microsoft membidik “prosumer” atau professional consumer, dimana mereka memahami bagaimana menggunakan teknologi, tapi masih belum terlalu memahami bagaimana mereka membuat gadget mereka jadi lebih produktif serta membuat mereka fokus pada hal yang terpenting.

Strategi “Modern Life” yang dimaksud disini lebih menekankan pada peningkatan pengalaman, fitur, dan layanan baru seperti di Windows, Office, dan layanan produktivitas lainnya yang tersedia baik di PC maupun Android dan iOS.

Seperti layanan Your Phone yang membuat pengguna dapat berkirim pesan melalui PC, drag dan drop untuk mengirimkannya via ponsel, atau drag dan drop sebuah item dari ponsel ke PC dan dapat disisipkan di Office serta kemampuan lainnya dari fitur tersebut yang belum terungkap.

Outlook Time to Leave

Fitur seperti Focused Inbox, @mentions, Time to Leave yang membuat muncul pemberitahuan di Outlook berdasarkan lokasi pengguna agar meninggalkan tempat pada waktu tertentu (yang berdasarkan kemampuan prediktif dari Cortana) untuk menghadiri meeting misalnya dan tiba tepat waktu, dan Outlook Mobile akan membuat “prosumer” lebih produktif.

Tablet terjangkau Surface Go juga akan termasuk dalam upaya Microsoft untuk “memenangkan kembali konsumen”, yang juga dapat mendorong adopsi Windows 10 in S-Mode dan Office 365. Yusuf Mehdi juga mengatakan bahwa Microsoft akan meningkatkan investasi dalam upaya marketing dan penjualan untuk Surface yang lebih banyak dibanding sebelumnya.

Cortana juga akan menjadi bagian dalam strategi baru Microsoft di pasar konsumen, seperti dengan membuatnya tersedia di lebih banyak perangkat smart home seperti GLAS yang merupakan termostat futuristik Cortana yang berbasis Windows 10 IoT dan Azure IoT, dimana Judson Althoff sebagai bos bisnis komersil Microsoft mengatakan bahwa produk ini akan tersedia di Microsoft Store mulai Agustus mendatang.

Selain “Modern Life”, dalam sisi Gaming, seperti yang telah kita ketahui, Microsoft telah mencaplok empat studio game dan membentuk sebuah studio game baru, disamping mempersiapkan layanan cloud streaming untuk game dengan kualitas ala konsol, dan keluarga Xbox baru yang dirumorkan meluncur di 2020.

Hanya saja dalam sesi ini, Yusuf Mehdi tidak menyinggung soal bentuk perangkat baru seperti Surface “Andromeda” yang akhir-akhir ini rumornya kian menghangat. Meskipun dalam akun Twitternya, Microsoft akan memberi informasi lebih lanjut menjelang akhir tahun nanti.

Sekarang, apakah tanggapan kalian mengenai peningkatan fokus Microsoft dalam pasar konsumen? 😉