Di acara Keynote Build 2017 hari pertama, Microsoft menampilkan sebuah video yang mengharukan sekali. Dimana seorang inovator Microsoft Research Haiyan Zhang yang terinspirasi dengan kisah Emma Lawton yang didiagnosis menderita Parkinson. Diagnosis itu muncul di 2013 dimana Emma sangat khawatir bahwa dirinya akan kehilangan kemampuan sebagai desainer grafis.

Setelah mendapat inspirasi  Haiyan Zhang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari penyakit Parkinson saat membangun dan menguji prototip yang dia berharap bisa untuk sementara membuat sirkuit pendek, membuat Lawton menulis namanya sendiri lagi. Itulah sebabnya kedua wanita itu sekarang meringkuk dekat di flat Lawton di London, menatap jam tangan “eksklusif” itu.

“Ada banyak keraguan pada saat itu. Apakah akan berhasil? “ kata Lawton nanti. “Aku bisa melihat dia takut. Aku merasa seperti akan menangis. Tapi Anda selalu memiliki sedikit harapan bahwa seseorang akan membuat sesuatu yang akan membuat hidup Anda sedikit lebih mudah, ” ungkap Haiyan Zhang.

Zhang menekan sebuah tombol di tablet, mengaktifkan jam tangan. Lawton menempatkan pena ke kertas.

“Emma adalah inspirasi sesungguhnya dalam hal bagaimana dia mengelola kondisi ini dan berhasil,” kata Zhang. “Ini cukup menantang menjadi wanita teknologi di tempat kerja. Baginya untuk menghadapi tantangan tambahan ini, sungguh menakjubkan bagiku. “

Another Lawton creation: sketching her words into ink.

“Teknologi meluncur akhir-akhir ini dan membantu menghilangkan gejala dan membuat hidup lebih mudah,” kata Lawton. “Di situlah aku tertarik. Seluruh ide teknologi untuk kebaikan.

“Tapi lebih dari segalanya, saya hanya ingin bisa menulis nama saya dengan benar,” lanjutnya.

Yuk lihat video ini yang penuh dengan perasaan haru dan inspiratif 😉

“Saya telah mengobrol dengan Emma, para peneliti dan ahli Parkinson untuk mengumpulkan lebih dalam penelitian tentang bagaimana AI dan zat yang dapat dipakai dapat mendukung orang-orang dengan Parkinson untuk mengelola gejala dan asupan pengobatan mereka dengan lebih baik,” kata Zhang. “Ini akan menjadi perpanjangan dari Project Emma Watch yang asli, tapi bisa jadi pekerjaan yang sangat berdampak. Saat ini, masih dalam tahap proposal saja.

Emma membantu kami pada awalnya dengan studi neuroscience kami, berkonsultasi dengan pengalamannya dengan perangkat ini. Dia benar-benar subjek pertama kami, ” kata Zhang. “Selain itu, kami mengobrol tentang bagaimana teknologi dapat membantu mengelola Parkinson dari hari ke hari.”

Sekarang bagaimana tanggapanmu soal ini? Perlukah Microsoft memperluas kehadiran smart watch ini bagi penderita lain?

 

 

Please Login to comment
avatar
  Subscribe  
Notify of