Mungkin beberapa dari kalian telah mendengar soal bagaimana produsen PC lain agak skeptis soal Surface. Dimana, dalam suatu forum yang diadakan Canalys, satu pengamat dan beberapa produsen PC lainnya terkesan membuat prediksi bahwa Microsoft akan meninggalkan Surface atau mengurangi jumlah model yang ada.

Hal ini tentu saja kurang sesuai dengan keinginan Microsoft untuk menampilkan keunggulan setiap update besar Windows 10 dengan meluncurnya Surface baru. Belum lagi, kehadiran Surface justru membuat produsen lain semakin tertekan untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi di produk mereka.

Bagi Microsoft, mengembangkan hardwarenya sendiri adalah soal bagaimana mereka membuat kategori produk baru. Dan tidak soal mengikuti apa yang telah menjadi mainstream layaknya industri smartphone saat ini.

Dalam interview Nadella dengan Bloomberg diatas, Nadella mencontohkan HoloLens sebagai perangkat yang benar-benar mobile karena tanpa sambungan kabel dan terintegrasi dengan baterai serta dengan mudah digunakan dengan mata kalian. HoloLens sendiri juga merupakan masa depan PC karena semua komponen kunci yang ada di PC telah terintegrasi dengan HoloLens.

Disini, Nadella juga menegaskan bahwa Microsoft akan tetap terus berada dalam end-to-end computing yang dimana hardware berperan sangat besar dalam kategori tersebut.

Bagaimana Masa Depan Hardware Bila Microsoft Hanya Fokus di Enterprise?

Untuk urusan ini pun juga bukanlah suatu masalah. Kita melihat HoloLens digunakan oleh berbagai perusahaan besar seperti Ford contohnya. Kemudian kita melihat Surface juga mendapat adopsi tinggi dikalangan SMB, seperti bagaimana Microsoft dengan cepat meraih 300 reseller di Jerman untuk meningkatkan adopsi Surface as a Service.

Solusi kolaboratif seperti Surface Hub juga sangatlah diperlukan pebisnis untuk menciptakan gaya baru dalam mengadakan meeting. Terutama dalam masalah pemisah antara tempat dan juga waktu. Misalnya, staf ahli yang berada di luar negeri dapat bergabung dan melihat instruksi-instruksi yang diperoleh dari pusat dan mengerjakannya saat itu juga. Setelahnya, para anggota meeting dapat melihat perkembangan kerjanya secara real-time di Surface Hub mereka.

Kemudian, mari kita berbicara soal Surface Laptop. Dengan meluncurnya Surface Laptop, Microsoft tidak menjadikan kalangan enterprise sebagai target utamanya, tapi kalangan pelajar. Mengingat kalangan pelajar lah yang akan menjadi salah satu generasi baru pengguna layanan atau produk produktivitas Microsoft kedepannya.

Jadi, hardware akan tetap bermain peran penting meskipun fokus Microsoft hanya untuk kalangan enterprise.

Microsoft Juga Fokus Dalam Gaming

Dengan masuknya bos Xbox dalam jajaran pejabat tinggi Microsoft, sekaligus menandakan bahwa Microsoft tidak hanya soal enterprise. Tapi, kini mereka mulai memasuki sektor gaming secara lebih serius. Meluncurnya Xbox One X sebagai konsol paling bertenaga dalam volume yang besar meski tidak mengambil margin keuntungan besar dalam hardware adalah salah satu contoh perwujudan ini. Dibagian masa depan Microsoft Device, kami juga menyisipkan isyarat bahwa hardware Xbox baru tengah dikembangkan, disamping berfokus utama dalam persiapan penjualan Xbox One X.

Melihat Masa Depan Microsoft Device Kedepan

Microsoft terus berupaya untuk menciptakan kategori produk baru. Dan bisa jadi dalam suatu saat nanti, semua hal futuristik yang telah Microsoft tunjukkan akan menjadi kenyataan yang dapat digunakan oleh konsumen.

Akan ada 5 hal yang bisa menjadi dasar Microsoft untuk menciptakan kategori produk baru yaitu:

  • Windows 10 on ARM
  • PC “Always Connected”
  • Holographic Processing Unit/HPU 2.0 dengan Neural Engine AI secara built-in
  • “Windows Core OS” (atau sebelumnya dikenal “Andromeda OS” secara internal)
  • Pengalaman Mixed Reality dalam game, kehidupan virtual, dan produktivitas

Dengan memanfaatkan 4 pilar ini. Kami memiliki suatu pandangan (dan informasi) soal produk-produk yang akan dirilis kedepannya  yang kemungkinan besar akan meluncur bila tidak ada perubahan arah, yaitu:

  • Surface Pro LTE diperkenalkan Oktober
  • Surface Book 2 di awal 2018
  • Sebuah Surface dengan Windows 10 on ARM di 2018
  • Surface Studio 2 di 2018 (dan mungkin juga hadir dalam versi display saja/disamping versi All-in-One layaknya Studio saat ini)
  • Surface Hub 2 dengan kodenama Aruba di awal 2018 (ada juga yang mengatakan awal 2019)
  • HoloLens v2 di akhir 2018 atau awal 2019
  • Surface Andromeda di akhir 2018 atau awal 2019
  • Surface Laptop 2 di 2019
  • Xbox Scarlett di 2020

Nah, berbagai produk yang belum diungkap diatas plus beberapa lagi yang masih belum mencuat informasinya, dapat merupakan suatu contoh bahwa Microsoft tetap serius soal hardware. Terutama karena targetnya pasar premium tentu saja kelangsungan hidupnya juga dapat berlangsung lama. Belum lagi target Microsoft adalah lebih mendorong produsen Windows lainnya, bukan menjadi yang terpopuler sendirian. Jadi, lebih beresiko rendah tapi tetap memetik hasil dari kesuksesan produsen Windows lainnya.

Nantikan juga Part 2 nya dalam yang akan hadir bagi pengunjung setia Wincamp 😀

Nah, apakah pandangan kalian soal ini? Apakah hardware juga penting bagi Microsoft kedepannya? 😉