Image Courtesy: Behance.net (Surface Phone Concept).

Terlepas dari apakah “mitos” atau bukan, kabar yang menyebutkan Microsoft saat ini sedang menggarap Surface Phone kian gencar beredar di portal-portal Windows.

Laporan baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaan menunda peluncuran Surface Phone hingga 2018. Surface Phone merupakan produk Microsoft selanjutnya di lini Mobile, yang digadang-gadang sebagai generasi penerus Lumia yang sudah “mati suri”. Surface Phone juga diyakini banyak kalangan sebagai perangkat “kategori baru”, yang telah lama ditunggu-tunggu penggemar Windows Phone.

Baru-baru ini Microsoft telah mematenkan lagi perangkat mobile yang bisa dilipat dan mirip dengan desain sebelumnya yang telah diterbitkan. Paten baru ini mengungkapkan perangkat lipat yang bisa berubah menjadi tablet yang diyakini sebagai Surface Phone yang mendukung aplikasi Win32. Tapi sayang, paten tersebut tidak mencerminkan desain Surface Phone yang sebenarnya, namun bisa jadi mendekati.

Image Courtesy: Freepatentsonline.com

 

Perusahaan mengajukan kembali paten ini di tahun 2015. Paten ini menunjukkan tampilan gabungan multiple screens (dua layar). Dari paten ini terlihat tidak ada tanda pemisahan dan area lekukan pada layar (yang telah digabungkan). Singkatnya, paten ini akan muncul sebagai gambar berkelanjutan (yang kelanjutannya belum bisa diketahui).

 

FIG. 1 shows an example tiled display device. (Image Courtesy: Freepatentsonline.com)

Lihat gambar di atas! GAMBAR 1 ini menunjukkan sebuah sampel perangkat dengan layar yang memiliki “ubin”.

Gambar 2A dan 2B di bawah ini menunjukkan sampel perangkat yang memiliki layar berengsel.

FIGS. 2A and 2B show example views of an example hinged display device. (Image Courtesy: Freepatentsonline.com)

 

Sedangkan GAMBAR 3 menunjukkan sampel konfigurasi pertama komponen optik di dalam perangkat layar. Adapun GAMBAR 4A menunjukkan contoh konfigurasi kedua dari komponen optik di perangkat layar. Dan GAMBAR 4B menunjukkan sampel konfigurasi lensa silinder di dalam perangkat layar.

GAMBAR 5 menunjukkan tampilan rinci dari contoh konfigurasi komponen optik di dalam perangkat layar.

GAMBAR 6 adalah diagram blok dari sistem contoh komputasi.

 

Laboratorium desain hardware inovatif milik Microsoft memang telah banyak melakukan pekerjaan yang hasilnya menakjubkan. Jika Microsoft mampu membawa perangkat ini ke pasar, so pasti akan membuat “gebrakan” dan tantangan baru bagi Samsung dan Apple.

Pertengahan Januari lalu Microsoft juga mengajukan paten “Foldable” (yang bisa dilipat). Tapi bukan untuk smartphone, melainkan untuk perangkat tablet.

(Baca Juga: Microsoft Akan Membeli Layar Lipat Milik LG? )

Paten baru yang diterapkan oleh Microsoft tersebut mengungkap sebuah (konsep) tablet yang bisa dilipat dengan sokongan engsel fleksibel. Engsel ini mampu menahan layar dari kedua sisi, memutar satu sama lain dan tampilan layar akan menyesuaikan lipatan.

 

Tentu saja Microsoft bertujuan agar konsumen bisa menggunakan fungsi telepon dan teks, juga browsing internet dan akses email dalam satu perangkat sekaligus. Pasalnya rata-rata pengguna ponsel saat ini membeli ponsel dengan layar yang relatif kecil untuk berbagai kebutuhan seperti menelepon dan kirim SMS. Sedangkan pengguna yang ingin browsing dan mengakses email umumnya butuh tablet, karena layar yang lebih lebar.

Microsoft kabarnya akan menggarap perangkat 2 in 1 yang bisa dilipat, yang akan bertindak sebagai smartphone dan tablet. Ketika dilipat, perangkat ini berfungsi sebagai ponsel, dan ketika lipatan dibuka, ia akan menjelma menjadi tablet.

Sekarang Microsoft telah mematenkan perangkat lipat 2 in 1, namun kita masih harus menunggu apakah perusahaan akan meluncurkan perangkat unggulan ini akhir tahun ini, mengingat LG dan Samsung juga berencana untuk meluncurkan perangkat foldable-nya di akhir tahun?

 

Awal tahun ini ada kabar juga dari ET News Korea yang menyebutkan bahwa Microsoft ialah salah satu konsumen pertama layar lipat LG di samping Apple dan Google.

LG dikabarkan siap mengapalkan teknologi layar lipat ini, salah satunya ke Microsoft pada awal 2018 mendatang. Suatu langkah yang tepat dimana Microsoft sendiri terus berupaya agar membuat kategori produk baru di bawah brand Surface.

Mereka juga mengungkapkan bahwa pengembangan serta tingkat produksi layar lipat buatan Korea lebih baik dibanding China. Hal ini tentunya akan membuat perusahaan global seperti Microsoft cenderung lebih bisa dipercaya dikarenakan menghadirkan kualitas yang lebih baik.

 

Microsoft sendiri sudah memiliki beberapa paten soal layar fleksibel ini. Salah satunya adalah paten dari tahun 2011, yang menunjukkan layar yang dapat digulung tanpa merusak bagian dalam dan luarnya. Teknologi Microsoft Research ini menggabungkan layar berdaya rendah namun dapat menghasilkan tampilan yang sangat memukau untuk dipandang.

 

Microsoft sejatinya sudah lama mengembangkan proyek layar lipat, yaitu Microsoft Courier yang merupakan suatu tablet layar ganda sebelum era Surface. Tablet ini dibatalkan karena Windows 8 yang fokus penuh ke touch screen.

Kami sendiri tidak kaget bila nanti Surface Phone memiliki teknologi ini. Mengingat Microsoft sendiri ingin membuat kategori produk yang lebih dari sekedar ponsel atau tidak hanya sebatas rebranding Lumia dengan desain ala Surface saja. Meskipun memang kita perlu lebih bersabar lagi untuk hal ini.

Bukan tidak mungkin jika nantinya akan ada ponsel lipat dengan tampilan Windows 10 Mobile namun ketika dibuka lipatannya menjadi tablet full Windows 10 dengan Continuum. Atau bahkan ponselnya bisa digelangkan menjadi Microsoft Band, tentu merupakan hal yang fantastis bukan? Semoga menjadi kenyataan.  ?

Please Login to comment
avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
lana karyatnaNawiRabbil AR Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
lana karyatna
Guest

Kirain 1 layar yang fleksibel, kalo 2 layar kayaknya gak enak liat pembatasnya

Nawi
Guest
Nawi

Setelah baca artikel ini yang saya fahami. Tablet dengan 2 layar. Dapat difungsikan sebagai layar kedua maupun keyboard. Dapat dilipat dari kedua sisi guna menutup layar maupun untuk dioperasikan satu layar agar lebih nyaman saat dioperasikan. Hm. Cma mau bilang smoga pas device ini sudah ada ane mampu beli.

Rabbil AR
Guest
Rabbil AR

tidak ada yg mustahil
pasti akan hadir tuh device seperti itu min

kalo soal paten sejak win8 mah ya untung di Microsoft juga bila tidak merilis device nya
bila perusahaan lain bikin dan teryanta tersangkut paten Microsoft kan jadi nya Microsoft dapet uang
yah memang ujung ujung nya sih “bisnis”