Parah, 90 persen Komputer di Asia Menggunakan Windows Tidak BerlisensiWindows menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh PC diseluruh dunia. Dari data yang kami dapatkan dari marketshare, sistem operasi Windows digunakan di 80% lebih PC didunia. Hal ini turut dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mendapatkan keuntungan, salah satunya adalah menjual licensi palsu Windows.

Microsoft baru-baru ini melakukan investigasi untuk mengetahui komputer yang dijual dengan licensi palsu. Microsoft membeli PC dari periode mei sampai juli khusus di pasar asia. Hasil yang didapat cukup mengejutkan, hampir pengguna PC yang didalamnya terinstal Windows menggunakan lisensi palsu (bajakan).

Baca : Microsoft Ciptakan ATM Yang Dapat Digunakan Tanpa Kartu

Korea Selatan, Malaysia, Vietnam dan Thailand adalah negara-negara yang menggunakan PC dengan lisensi Windows Bajakan hampir 100%. Sementara India 91% PC Windows yang dijual menggunakan lisensi bajakan dan Indonesia 90%. Filipina adalah negara dengan presentase paling kecil, yakni 43%. Secara keseluruhan, 83% PC Windows yang dijual di pasar asia adalah Windows dengan lisensi palsu.

“Penjahat dunia maya terus mengembangkan teknik mereka untuk menghindari tindakan keamanan dan menanamkan malware mereka ke dalam perangkat lunak bajakan adalah salah satu taktik mereka untuk menginfeksi sejumlah besar komputer pribadi dan mengakses jumlah kredensial yang dicuri dengan mudah”, Ungkap Mary Jo Schrade, Asisten Penasihat Umum dan Direktur Regional Unit Kejahatan Digital di Asia di Microsoft di Singapura.

Baca : Pendapatan Naik, Berapa Gaji CEO Microsoft Satya Nadela ?

Masalahnya tidak sampai disitu, Microsoft menemukan malware yang sudah terinstal di sebagian PC dengan licensi bajakan. Malware ini dapat berupa virus hingga penambang bitcoin.