Pendiri Microsoft Bill Gates dan Paul Allen
Foto di ambil pada tahun 1983

Nama Bill Gates mungkin sudah sangat familiar dikalangan semua orang, khususnya untuk kamu yang sangat menyukai topik teknologi. Jujur, ketika dulu masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di suatu daerah di Lampung, saya sendiri hanya mengetahui Bill Gates, orang di balik berdirinya Microsoft.

Mungkin memang sudah menjadi hal yang wajar jika nama Bill Gates yang selalu hadir di media baik televisi, radio atau majalah. Karena memang saat itu Bill yang mengambil alih pembicaraan terkait Microsoft. Mungkin hal inilah yang membuat nama Paul Allen tidak begitu besar di kenal banyak orang. Dia bersama Bill Gates sama-sama ikut berkontribusi besar dalam mendirikan Microsoft.

Sekedar info, Bill Gates dan Paul Allen pertama kali bertemu di sebuah SMA Lakesie yang berada di Seattle, Washington, USA pada tahun 1968. Kedua nya sangat menyukai komputer dan sama-sama kutu buku. Sejak saat itu mereka sering bertemu untuk mendiskusikan perusahaan pertama mereka.

Wincamp Story : 20 Hal Yang Tidak Kamu Ketahui Tentang Bill Gates & Microsoft

Sebelum mendirikan Microsoft, perusahaan pertama mereka adalah Traf-O-Data. Lalu pada tahun 1975, Bill dan Allen mulai merintis pendirian prusahaan bernama Microsoft. Bermula dari pembuatan software penerjemah basaha Pemograman BASIC yang saat itu didistribusikan oleh MITS. Siapa sangka software yang mereka buat berhasil berjalan dengan sempurna, dari sinilah awal kejayaan Microsoft.

Pemberian nama Microsoft pun digagas oleh Paul Allen, saat itu namanya masih Micro-Soft penggabungan dari Mikrokomputer dan Software. Baru pada tahun 1979 berganti yang awalnya Micro-Soft menjadi Microsoft. Sangat disayangkan kedua orang ini diberitakan sempat mengalami pertengkaran panjang, hingga berujung Paul Allen mundur dari jajaran direksi Microsoft.

Berawal dari keserakahan Bill Gates yang ingin menguasai lebih banyak saham dalam perusahaan Microsoft. Bill merasa dia sudah bekerja lebih keras dan meluangkan waktunya di Microsoft lebih banyak dari Paul Allen. Bill pun meminta jatah saham lebih banyak, nah dari sinilah pertengkaran dimulai.

“Aku berasumsi kemitraan kami 50-50. Tapi Bill punya ide lain. Gates meminta bagian saham Microsoft lebih besar, 64% – 36%. Allen akhirnya setuju karena merasa Gates sangat bawel dan dia tak ingin berkonflik” tulis Allen.

Disini Allen mengalah karena ia tidak ingin bertengkar lebih lama dengan sahabat nya itu, Allen pun menyetujui pembagian saham, Bill mendapat 64% dan Allen mendapatkan 36%. Setelah melewati waktu bertahun-tahun, saham Microsoft semakin menajak tajam dan terus mendulang miliaran uang.

Wincamp Story : Sukses Dengan WhatsApp, Brian Acton Dirikan Yayasan Teknologi

Mungkin karena memiliki saham lebih besar dari Allen membuat Gates bisa sesuka hati melakukan hal untuk Microsoft. Tepatnya saat ia mengajak kawan nya Steve Ballmer sekaligus suami dari Connie Snyder yang saat itu masih menjadi karyawan Microsoft. Bill juga menawarkan saham sebesar 8,75% untuk Steve Ballmer. Sejak saat itulah Allen merasa dikhianati oleh Bill Gates dan pertengkaran pun tidak dapat dihindari.

Bill Gates dan Steve Ballmer
Foto di ambil pada tahun 1980

Pembagian saham yang dilakukan Bill juga membuat beberapa orang dalam Microsoft marah. Penderitaan Allen tidak berhenti disitu, ditengah renggangnya hubungan ia dengan Bill, Allen justru harus mendekam di rumah sakit karena penyakit kanker yang menyerang nya. Itu terjadi pada tahun 1982 dan terpaksa Paul Allen harus cuti dari Microsoft untuk beberapa waktu.

Saat Allen kembali ke Microsoft, ia merasa suasana sudah berubah dan Bill semakin tidak terkendali. Allen sempat mendengar celotehan teman nya yang mengatakan Bill dan Ballmer akan mengurangi jatah sahamnya di Microsoft. Tentu saja ini membuat keadaan semakin runyam dan pertengkaran besar pun terjadi.

“Tidak bisa lagi menahan diri, aku meledak pada mereka dan berteriak semua ini tidak bisa dipercaya. Menunjukkan karaktermu (Gates) yang sebenarnya,” kata Allen.

Saat itu juga Paul Allen memutuskan untuk mundur dari jajaran Microsoft, meskipun sebelumnya Bill dan Ballmer sudah menyadari kesalahan mereka dan juga meminta maaf ke Allen. Namun keputusan Allen untuk mundur dari Microsoft sudah bulat, ia merasa sudah sangat sakit hati dan merasa hubungan mereka sudah tidak bisa di perbaiki lagi.

Setelah Allen resmi mundur dari Microsoft, Bill berusaha untuk membeli saham Allen namun ia menolaknya. Penolakan itu berbuah manis, karena setelah itu harga saham Microsoft melonjak sangat drastis.

Dalam bukunya Allen mengungkapkan keserakahan Bill yang ingin menguasai semua saham Microsoft. Tulisan Allen dalam buku biografinya itu ternyata sempat di komentari oleh Gates. Bill tidak setuju atas paparan yang Allen ungkapkan dalam buku biografinya itu.

“Meskipun ingatanku pada semua peristiwa itu mungkin berbeda dari Paul, aku menghargai persahabatannya dan kontribusi penting yang dibuatnya pada dunia teknologi dan Microsoft,” kata Gates.

Wincamp Story : 5 Momen Penuh Kenangan Steve Ballmer Di Microsoft

Setelah pertengkaran yang hampir bertahun-tahun, hubungan keduanya semakin membaik. Terlihat ketika mereka meluangkan foto bersama untuk meyakinkan kepada publik bahwa hubungan keduanya masih baik-baik saja. Baik Bill Gates maupun Paul Allen, keduanya sudah tidak lagi aktif di Microsoft.

Foto di ambil pada tahun 2013

Bill sendiri kini aktif dibidang sosial dengan yayasan nya, sementara Allen sibuk berinvestasi di masa tua nya.