Hapanero, Windows Phone yang belum pernah diluncurkan muncul di China.

 

Di artikel sebelumnya kalian telah melihat beberapa gambar dari Nokia Windows Phone dengan keyboard fisik dan baru-baru ini Lumia 960 yang tidak pernah dirilis. Nah, sekarang ada lagi, Windows Phone yang kemunculannya hanya untuk dipamerkan di event BUILD 2015.

Hapanero, begitulah namanya. Lumia Windows Phone ini ada dua versi: satu dengan layar 1080P dan satu lagi 1440P. Perangkat ini didukung oleh prosesor Snapdragon 810, RAM 4 GB, serta penyimpanan 32 GB dengan ekspansi kartu microSD.

Microsoft mungkin saja sempat mempertimbangkan untuk meluncurkannya ke publik. Namun, apa mau dikata, melihat saat ini Microsoft tidak mengembangkan lini Lumia lagi. Di samping itu agar mereka berfokus penuh untuk membuat kategori produk baru di dunia mobile. Belum lagi Nadella telah menegaskan tidak ingin membuat produk seperti smartphone yang ada di pasaran.Tampaknya hal inilah yang menyebabkan berbagai prototype akhirnya tidak menjadi produk final atau bisa dibilang dibatalkan.

Lihat gambar di bawah.

Dari gambar di atas bisa kita lihat, ponsel ini masih berlabel Nokia di bagian atas layar. Ini mengindikasikan jika saat itu Microsoft masih bersanding dengan Nokia.

Produk prototype ini menggunakan memori yang cukup besar di kelasnya yakni 4GB. Live Tile Internet Explorer di Start Screen juga sebagai sinyal kalau ponsel yang masuk level high-end ini mengusung OS Windows Phone 8.

Ponsel Lumia besutan Microsoft bersama Nokia ini juga menyertakan kamera belakang 20MP. Termasuk kelas kamera yang cukup berkualitas tentunya. Serupa Lumia 960, kamera ini juga turut dilengkapi dengan Triple-LED Flash. Keren bukan?

Inilah spesifikasi lengkap Hapanero:

  • Layar 1080P dan 1440P
  • Prosesor Snapdragon 810
  • RAM 4GB
  • Penyimpanan 32GB dengan ekspansi kartu microSD
  • Kamera belakang 20MP dengan Triple-LED Flash
  • Baterai yang dapat dilepas antara 1750 dan 2000 mAh
  • Dukungan dual-SIM
  • Windows Hello Fingerprint

Nah apa pandangan kalian soal hal ini? Apakah hal yang tepat bagi Microsoft untuk membatalkannya untuk fokus ke “kategori produk mobile baru”? ?