facebook lumiaFacebook dan Pemerintah Indonesia tidak menemui titik temu yang cocok guna mengatasi masalah kebocoran data Facebook. Tercatat lebih dari 1juta akun pengguna Facebook di Indonesia terancam bocor. Facebook sendiri sampai detik ini belum memberikan tindakan positif untuk menangani masalah ini.

Karena atas dasar itu, Menkominfo memberikan peringatan tegas kepada perwakilan Facebook di Indonesia untuk segera menyelesaikan masalah ini. Sementara itu, Bapak Rudiantara yang sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) telah memberikan peringatan kedua kepada Facebook.

Baru-baru ini telah ditemukan modus pencurian data yang serupa dengan Cambridge Analytica, untuk itu pemerintah memberikan SP II kepada Facebook. “SP II ini untuk mengingatkan kembali kepada Facebook, karena ditemukan aplikasi sejenis seperti Cambridge Analytica, yaitu CubeYou dan AgregateIQ. Kita kirim peringatan,” kata Rudiantara.

Dengan diterbitkan nya SP II ini, nasib Facebook di Indonesia terancam di blokir. Meskipun tidak menutup kemungkinan permasalahan ini masih dapat diselesaikan dengan mediasi oleh kedua belah pihak.

Wah sayang sekali dong kalau begitu, karena hampir sebagian rakyat indonesia menggunakan Facebook. Terlebih Facebook masih menjadi alat komunikasi yang populer bagi Milenial di Indonesia. Kalau sudah begini, kita sebagai pengguna harus cerdas-cerdas dalam memilih jejaring sosial. Kasus seperti Facebook harusnya menjadi dasar untuk kita menggunakan produk dalam negeri.

Tapi apa mau dikata, produk dalam negeri seperti facebook belum diminati oleh masyarakat. Bukan karena tidak ingin, tapi karena memang belum bisa bersaing dengan facebook dan kawan-kawan.