Bill GatesSiapa yang menyangka jika salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates ternyata mempunyai cita-cita yang sangat mulia. Sebelum berhasil dengan Microsoft, Bill Gates berkeinginan menjadi pengajar (guru) Matematika. Hal itu dia ungkapkan karena ketertarikan nya memecahkan soal-soal sulit.

“Ketika di SMA, saya berpikir bahwa saya adalah murid yang baik. Makanya saya ingin menjadi pengajar (guru) atau profesor di bidang Matematika. Ada soal yang sulit dipecahkan dan saya suka soal yang sulit,” ungkap Bill Gates.

Namun keinginan nya itu harus ia buang jauh-jauh sejak kedatangan Allen (teman seperjuangan Bill dalam mendirikan Microsoft). Paul Allen meyakinkan Bill untuk serius dalam bidang programming computer yang membuatnya harus mengubur mimpi menjadi pengajar.

Dalam benak Bill tidak pernah terbesit jika Microsoft yang ia dirikan bisa sukses seperti sekarang. Bill justru sangat pesimis dengan Microsoft, karena pada tahun 80-an perusahaan besar seperti Digital Equipment (DEC) dan Wang mengalami kebangkrutan.

“Digital Equipment (DEC) dan Wang adalah dua perusahaan tempat saya tumbuh dan berpikir keduanya sangat besar. Wang bangkrut meski penuh inovasi, kemudian DEC juga bangkrut. Padahal, keduanya adalah perusahaan paling keren,” ungkap Bill Gates.

Tidak ada alasan untuk menunda pekerjaan, sebab kita akan semakin lama mengetahui kegagalan dan kesuksesan yang terlihat. Keluar dari zona nyaman mengajarkan kita sesuatu hal yang baru dan seru. Sama seperti hal nya Bill Gates yang memutuskan untuk keluar dari zona nyaman nya dan membangun Microsoft.